RADARPALU - Tim peneliti dari Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB melakukan kunjungan ke Pemerintah Kota Palu untuk meminta dukungan terhadap penelitian yang berfokus pada penguatan pasar tenun di Sulawesi Tengah. Penelitian tersebut merupakan kolaborasi antara SBM ITB dan Universitas Tadulako (Untad).
Ketua Riset PPMI SBM ITB, Santi Novani, mengatakan bahwa riset yang dilakukan tersebut berkaitan dengan bagaimana penguatan pasar tenun di wilayah Sulteng. Selain itu, ia juga melihat tenun ini merupakan sesuatu yang bisa diangkat sebagai warisan budaya dari Sulawesi Tengah.
“Sehingga kami riset ini didanai dari ITB dan kerja sama dengan untad bagaimana untuk menguatkan pasar tenun ya baik itu tenun Donggala dan tenun kelor ini,”
Baca Juga: Program Bedah Rumah Palu Tertunda hingga 2026, DPRD Minta Perkim Berbenah
Menurutnya, dalam penelitian tersebut tim mengembangkan platform kokreasi bernama Kokreations serta platform digital Sadulur untuk mendokumentasikan berbagai motif tenun yang dimiliki Sulawesi Tengah.
“Platform yang sudah kami buat ini namanya Sadulur. Kalau Sadulur itu sebetulnya dalam bahasa Sunda artinya itu adalah keluarga. Jadi kami ingin membantu UMKM untuk bisa mengangkat usaha mereka,” katanya.
Ia menjelaskan, platform tersebut akan mendokumentasikan berbagai motif tenun, di antaranya motif Subi, Kelor, Bomba, dan motif lainnya.
Baca Juga: Kenapa Jembatan III Palu Masih Buka Tutup? Dishub Ungkap Penyebabnya
Selain melakukan penelitian, tim juga bertemu dengan sejumlah pihak, termasuk perwakilan dari EFWA Australia yang disebut memiliki perhatian terhadap pengembangan komunitas penenun perempuan.
Santi mengatakan, salah seorang perempuan dari Australia yang ditemuinya mengaku tertarik datang ke Sulawesi karena ingin mengetahui warisan budaya Donggala.
“Dia juga ingin membantu komunitas asosiasi tenun yang ada di sekitar Desa Towale, karena kebanyakan penenun adalah perempuan. Bagaimana perempuan itu bisa menggerakkan dan men-support rumah tangga mereka,” ujarnya.
Menurutnya, usaha tenun dapat menjadi peluang ekonomi bagi perempuan karena dapat dijalankan dari rumah.
“Tenun ini juga bisa diangkat dan dijadikan sebagai bisnis untuk para perempuan yang memang mereka berusaha dari rumah saja sendiri,” katanya.
Terkait pertemuan dengan Pemerintah Kota Palu, Santi mengatakan Wali Kota Palu memberikan dukungan terhadap pelaksanaan penelitian tersebut. Ia menambahkan, pihak Universitas Tadulako juga menyatakan kesiapan untuk mendukung penelitian tersebut.
Baca Juga: 593 Calon Tamtama Ikuti Pantukhir di Palu, Pangdam Pastikan Seleksi Bersih dan Transparan
“Dan juga dengan Tadulako, Ibu Yana sebagai akademisi di Tadulako siap membantu juga,” pungkasnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi