RADARPALU - Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tengah kembali melaksanakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) sebagai bagian dari kerja sama BI dengan TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan wilayah Indonesia melalui aspek ekonomi dan keuangan.
Kepala KPw BI Sulawesi Tengah Irfan Sukarna mengatakan, tugas BI adalah menyediakan uang rupiah yang layak edar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil yang sulit dijangkau.
“Ini merupakan bagian dari kerja sama Bank Indonesia dengan TNI Angkatan Laut untuk menjaga kedaulatan wilayah Indonesia lewat ekonomi dan keuangan. BI bertugas menyediakan uang rupiah yang layak edar di berbagai wilayah Indonesia termasuk di daerah terpencil. Karena kita tidak memiliki infrastruktur seperti kapal, maka kita bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut,” ujar Irfan Sukarna kepada media saat ditemui dalam kegiatan ERB di Pelabuhan Loji, Parigi Moutong, Selasa (7/6/2026).
Baca Juga: Mendorong Daya Saing Industri Udang Melalui Harmonisasi Kewenangan, Equador Bisa Dicontoh
Kerja sama tersebut menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) seri 881 dan telah berlangsung sejak 2012 untuk mendukung penyediaan uang layak edar di berbagai wilayah.
Pada pelaksanaannya tahun ini, BI membawa uang layak edar senilai Rp12,24 miliar atau meningkat 16 persen dibandingkan ERB tahun sebelumnya.
Ekspedisi akan menempuh rute Pulau Wakai, Walea, Salakan, Banggai, dan Bokan. Selain pelayanan penukaran uang, kegiatan tahun ini juga diisi dengan edukasi rupiah kepada masyarakat serta layanan kesehatan di beberapa pulau.
Baca Juga: Serbuan TNI Akan Rehab Rumah dan Sekolah
“Jadi kegiatannya lebih variatif dibanding yang tahun lalu di Sulawesi,” katanya.
Menurut Irfan, masyarakat di daerah terpencil masih sangat membutuhkan uang tunai meskipun penggunaan sistem pembayaran nontunai terus didorong melalui QRIS.
“Walaupun ada yang nontunai, tetap uang tunai lewat uang layak edar kita sediakan. Masyarakat di berbagai daerah sangat mengharapkan itu. Uang yang rusak atau lusuh bisa ditukar dengan uang yang baru,” jelasnya.
Ia menegaskan, BI tidak hanya melayani masyarakat di kota besar, tetapi juga hadir di wilayah terpencil untuk memastikan ketersediaan uang layak edar bersama TNI Angkatan Laut.
Dalam ekspedisi tersebut, sekitar 15 pegawai BI turut diberangkatkan. Personel berasal dari berbagai kantor BI, baik kantor pusat maupun kantor perwakilan di sejumlah daerah seperti Sumatera, Bengkulu, Kalimantan Barat, Maluku Utara, Papua Barat, Bali, serta Sulawesi Tengah.
Terkait pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat secara nasional, Irfan menyebut kegiatan tersebut tahun ini dilaksanakan di 19 provinsi. “Tidak semua provinsi. Mungkin tahun depan diputar lagi daerah-daerah yang belum, jadi bergiliran mendapat pelaksanaan,” ungkapnya.
Baca Juga: DPRD Palu Usul Jalan Hasanuddin Jadi Jalan Kota, Penataan Parkir Dinilai Terkendala Status Nasional
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Rudy Dewanto mengatakan bahwa rupiah bukan sekedar alat pembayaran yang digunakan oleh masyarakat tetapi juga merupakan simbol kedaulatan negara dan identitas negara.
Ia mengajak kepada seluruh pihak serta masyarakat untuk mendukung program Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas sistem pembayaran dan menjaga fungsi perbankan untuk memperluas inklusi keuangan.
“Dan yang utama lagi adalah fungsi Bank Indonesia atau perbankan untuk memperkuat perekonomian daerah,” ujarnya.
Baca Juga: Tragis, Aksi Pencurian Berujung Maut di Buol, Seorang Petani Tewas, Anak Alami Luka Tusuk
Dirinya berharap dengan ekspedisi rupiah berdaulat tahun 2026 tidak hanya sekedar menjadi kegiatan distribusi uang layak edar tetapi menjadi bukti nyata kepada masyarakat bahwa negara hadir dalam memberikan pelayanan yang merata dan baik kepada masyarakat. Termasuk kepada wilayah 3T (Terpencil, Terdepan dan Terluar).(rna)
Editor : Mugni Supardi