RADAR PALU – Kehadiran POM Minyak Goreng Indonesia (POMINDO) di Kota Palu tidak hanya menawarkan cara baru membeli minyak goreng curah, tetapi juga mengandalkan sistem distribusi langsung dari pabrik untuk menjaga kualitas sekaligus menekan harga di tingkat konsumen.
Depo POMINDO yang mulai beroperasi di Jalan Jati, Kota Palu, mengklaim minyak goreng yang dipasarkan berasal dari produsen besar nasional dan dikirim langsung dari kilang tanpa melalui rantai distribusi yang panjang.
Operasional Manajer POMINDO Kota Palu, Rudi Salehuddin, mengatakan minyak yang dijual merupakan minyak goreng curah berkualitas CP10 yang diperoleh melalui mekanisme pengadaan dari pemerintah pusat di Kuningan, Jawa Barat.
Baca Juga: Bantuan PT Donggi Senoro LNG Segera Mengalir ke Korban Gempa di Empat Daerah Sulteng
Menurutnya, pasokan minyak berasal dari sejumlah kilang terdekat, seperti Pasangkayu, Makassar, dan Palopo. Skema distribusi tersebut dinilai mampu mengefisienkan biaya logistik sehingga harga jual kepada masyarakat tetap kompetitif.
"Kami hadir untuk memudahkan masyarakat mendapatkan minyak goreng berkualitas dengan harga yang terjangkau. Karena pasokannya langsung dari pabrik, harga bisa kami tekan," ujar Rudi saat ditemui di depo POMINDO, Kamis (2/7/2026).
Ia menjelaskan POMINDO tidak memasarkan minyak goreng dengan merek atau label sendiri. Produk yang dijual merupakan minyak curah dari sejumlah perusahaan besar yang telah menjadi mitra penyedia, seperti Sinarmas, Wilmar, dan Astra, sesuai penunjukan dari pengelola pusat.
Baca Juga: Jadwal Penyaluran Solar di SPBU Kota Palu Berubah, Kendaraan Baru Bisa Antre Pukul 18.00 WITA
"Minyak yang kita pasarkan di sini tidak menggunakan label atau merek sendiri, itu ketentuan dari pusat. Asal minyaknya dari brand yang bekerja sama dengan pusat, dengan sistem pembelian secara retail," jelasnya.
Selain mengedepankan harga, POMINDO juga memastikan kualitas alat ukur yang digunakan dalam proses penjualan. Seluruh mesin pompa, kata Rudi, telah mengantongi sertifikat kelayakan dan akan menjalani tera ulang secara berkala bersama instansi berwenang guna memastikan volume minyak yang diterima konsumen sesuai takaran.
"Kami ingin memastikan masyarakat tidak dirugikan. Karena itu alat ukur akan terus ditera secara berkala agar setiap pembelian sesuai dengan volume yang dibayarkan," katanya.
Rudi mengungkapkan jaringan POMINDO kini telah berkembang di berbagai daerah di Indonesia dengan jumlah sekitar 250 depo. Kota Palu menjadi depo ke-251 yang mulai beroperasi.
Menurutnya, pembukaan depo tidak dilakukan di semua wilayah, melainkan mempertimbangkan ketersediaan jalur pasokan dari kilang atau pabrik minyak goreng agar distribusi tetap efisien.
"Kami tidak serta merta membuka depo di semua daerah. Ada kriteria tertentu, salah satunya ketersediaan pasokan dari kilang atau pabrik yang mampu menyuplai kebutuhan daerah tersebut," tuturnya.
Dengan konsep penjualan menggunakan mesin pengisian minyak goreng curah, POMINDO berharap dapat menjadi alternatif bagi masyarakat Kota Palu untuk memperoleh minyak goreng berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.***
Editor : Muhammad Awaludin