Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Bulog Sulteng Rampungkan Penyaluran Bantuan Pangan di Kota Palu

Rina Khalik • Rabu, 1 Juli 2026 | 18:03 WIB
Ilustrasi. (DOK JAWA POS)
Ilustrasi. (DOK JAWA POS)

RADARPALU - Perum Bulog Kanwil Sulawesi Tengah menuntaskan penyaluran bantuan pangan alokasi Februari dan Maret 2026 kepada 16.888 penerima di Kota Palu, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Hal itu disampaikan oleh Pemimpin Perum Bulog Kanwil Sulteng di wakili oleh Manager Bisnis Perum Bulog, Viona Cheria Mangangue saat menghadiri Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Palu yang dilaksanakan di Auditorium Kantor Wali Kota Palu.

“Kami dalam pengendalian stabilisasi pasokan harga di Kota Palu ada beberapa penugasan dari pemerintah kepada kami Perum Bulog. Salah satu programnya yaitu melalui penyaluran bantuan pangan untuk alokasi dua bulan yaitu Februari dan Maret sudah rampung kami selesaikan di bulan Juni untuk kurang lebih 16.888 penerima bantuan pangan,” ujar Viona dalam kegiatan TPID Kota Palu pada Rabu (1/7/2026).

Baca Juga: Air Bersih Jadi Prioritas, EDC Panas Bumi Indonesia Bantu Ribuan Korban Gempa di Sigi

Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan sesuai penugasan dari pemerintah pusat berupa minyak goreng sebanyak empat liter dan beras sebanyak 20 kilogram untuk masing-masing penerima bantuan pangan.

Menurutnya, keberlanjutan program bantuan pangan tersebut masih menunggu informasi lebih lanjut dari Badan Pangan Nasional. Program tersebut direncanakan berlanjut selama tiga bulan, yakni periode Juli, Agustus, dan September Tahun 2026.

Selain penyaluran bantuan pangan, Bulog juga terus melakukan intervensi harga melalui penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Baca Juga: Banggar DPRD Kota Palu Bahas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025

“Penyaluran beras SPHP itu sudah kami masifkan di semua saluran yang ada, TNI, Polri maupun dinas-dinas terkait dan seluruh pengecer Bulog,” katanya.

Hingga saat ini, lanjut Viona, penyaluran beras SPHP khusus Kota Palu telah mencapai 1.415 ton. Untuk harga, Bulog mengacu pada ketentuan Badan Pangan Nasional, yakni harga pengambilan di Bulog sebesar Rp11.000 per kilogram, sedangkan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp12.500 per kilogram atau paling tinggi Rp62.500 per lima kilogram.

Sementara itu, untuk penyaluran Minyakita, Viona mengatakan hingga kini belum ada penugasan resmi dari pemerintah. Namun Bulog ditunjuk sebagai salah satu distributor Minyakita di Sulawesi Tengah yang dipasok dari produsen di Pasangkayu, yakni TSL.

 

Minyakita yang disalurkan berupa kemasan bantal satu liter dengan harga yang mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025.

“Kalau sebelumnya kami dibantu oleh distributor D2, untuk tahun 2026 ini kami diminta langsung menyalurkan ke pengecer yang diprioritaskan berada di pasar pencatatan. Untuk Kota Palu sendiri yaitu Pasar Inpres dan Pasar Masomba,” jelasnya.

Ia mengakui distribusi Minyakita sempat mengalami keterlambatan karena pasokan dari produsen baru diterima pada pekan lalu.

Baca Juga: Urus Dokumen Kini Mudah, Pemkot Palu Rombak Layanan Ramah Disabilitas

“Kami mohon maaf memang dalam pertemuan sebelumnya kami informasikan di minggu berikutnya, ternyata barang yang kami terima dari produsen baru tiba di pekan kemarin. Jadi dapat kami laporkan untuk Minyakita kami sudah distribusikan. Insyaallah minggu ini masing-masing pengecer kami bagi dengan kuota 50 dus per pengecer,” katanya.

Adapun harga Minyakita mengacu pada ketentuan pemerintah dengan HET sebesar Rp15.700 per liter.

Di akhir penyampaiannya, Viona menegaskan Perum Bulog Sulawesi Tengah berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Palu dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan, serta stabilisasi harga pangan di masyarakat.(rna)

Editor : Mugni Supardi
#Bulog Sulteng #SPHP #TPID Kota Palu #bantuan pangan #Minyakita