Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Pasar Tani Palu Pangkas Rantai Distribusi, Harga Pangan Lebih Murah

Rina Khalik • Kamis, 18 Juni 2026 | 13:59 WIB
DPKP Kota Palu menghadirkan konsep baru dalam pelaksanaan Pasar Tani dengan mempertemukan langsung petani dan konsumen.(Rina Abd Halik)
DPKP Kota Palu menghadirkan konsep baru dalam pelaksanaan Pasar Tani dengan mempertemukan langsung petani dan konsumen.(Rina Abd Halik)

RADARPALU – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palu menghadirkan konsep baru dalam pelaksanaan Pasar Tani dengan mempertemukan langsung petani dan konsumen.

Kepala DPKP Kota Palu, Lukman, mengatakan Pasar Tani kali ini berbeda dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) maupun pasar tani yang sebelumnya pernah dilaksanakan.

“Kali ini saya mengawali bersama dengan teman-teman membuat konsep baru tentang pasar tani yang sebenarnya, yaitu menghadirkan petani yang ada di Kota Palu ke dalam satu event pasar tani untuk kita pertemukan dengan konsumen,” ujar Lukman saat ditemui pada Rabu (17/6/2026).

Baca Juga: Untad Dorong Mahasiswa Jadi Pencipta Lapangan Kerja Lewat Expo Wirausaha

Menurutnya, konsep tersebut mampu memutus rantai perdagangan sehingga harga yang diperoleh masyarakat jauh lebih murah dibandingkan harga di pasar.

Ia mencontohkan komoditas tomat yang sebelumnya dibeli dari petani dengan harga Rp10 ribu per kilogram.

Saat pelaksanaan pasar tani, harga tomat di pasaran mencapai Rp22 ribu per kilogram, sementara di lokasi pasar tani tetap dijual dengan harga Rp10 ribu per kilogram.

Baca Juga: Bupati Parigi Moutong Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Data UMKM dan Ekonomi Digital Jadi Fokus

“Cabai keriting, cabai besar, semuanya kita hadirkan harga langsung dari petani,” katanya.

Lukman menjelaskan, pemerintah hanya memberikan subsidi transportasi kepada petani untuk membawa hasil produksinya ke lokasi kegiatan.

Dengan cara tersebut, masyarakat dapat memperoleh komoditas dengan harga yang bahkan mencapai setengah dari harga pasar.

 

Pada pelaksanaan pasar tani kali ini, lebih dari 30 jenis komoditas dihadirkan. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan pelaksanaan sebelumnya yang rata-rata hanya menghadirkan sekitar 20 komoditas.

“Kalau biasanya kita hanya bisa hadirkan sekitar 20 komoditas, kali ini di atas 30 jenis komoditas,” ujarnya.

Komoditas yang dijual merupakan hasil produksi petani lokal yang selama ini mendapatkan pembinaan dari pemerintah. Selain itu, tersedia pula daging ayam, telur ayam, telur puyuh serta ikan yang berasal dari nelayan binaan bidang perikanan.

Baca Juga: Disperdagind Pastikan LPG 3 Kg di Palu Tak Langka, Stok Masih Aman

Untuk stok yang disiapkan, daging ayam tersedia sebanyak 150 kilogram, telur ayam 200 rak, telur puyuh 50 rak, ikan katombo hampir 100 kilogram, ikan air tawar 50 kilogram, ikan lele 20 kilogram, bawang merah 150 kilogram, serta bawang Lembah Palu sekitar 50 kilogram.

Selain itu, tersedia pula tomat sebanyak 150 kilogram, anggur varietas impor 15 kilogram, anggur lokal 15 kilogram, pisang bilao 10 sisir.

“Kalau yang lainnya milik petani. Lalu ada cabai keriting, ubi jalar, ubi kayu, ada kelapa, bahkan ada nangka,” jelasnya.

Baca Juga: Bulog Sulteng Salurkan Banpang untuk Korban Gempa di Sigi dan Palu

Ke depan, DPKP Kota Palu berencana menambah jenis komoditas yang dihadirkan, termasuk pepaya dan semangka. Selain itu, bibit tanaman seperti nangka dan mangga juga mulai disediakan bagi masyarakat yang ingin menanam di pekarangan rumah.

“Ke depan, seperti pupuk-pupuk tanaman, kita akan hadirkan,” katanya.

Sementara itu salah seorang warga, Mega yang datang ke pasar tani merasa terbantu dengan hadirnya pasar tani yang diadakan oleh DPKP Kota Palu. “Bagus, merasa terbantu,” ujar Mega. 

 

Adapun kebutuhan yang ia beli pada kegiatan tersebut terdiri dari bawang merah, bawang putih dan ikan. Ia mengakui bahwa harga yang ada di pasar tani cukup terjangkau di bandingkan dengan yang ada di pasar. 

“Tadi saya beli bawang merah sekilo Rp50 ribu, bawang putih Rp40 ribu, kalau di pasar bawang merah Rp65 ribu sekilo kalau bawang putih ada Rp50 ribu sampai Rp55 ribu sekilo. Alhamdulillah terbantu sekali dengan adanya ini pasar tani karena murah-murah,” pungkasnya.(rna)

Editor : Mugni Supardi
#harga pangan murah #petani langsung ke konsumen #komoditas pertanian #DPKP Kota Palu #pasar tani Palu