Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Disperdagind Pastikan LPG 3 Kg di Palu Tak Langka, Stok Masih Aman

Rina Khalik • Kamis, 18 Juni 2026 | 13:47 WIB
Pertamina menambah pasokan LPG 3 Kg hingga 35 persen di Sulselbar.(Dokumentasi Pertamina Patra Niaga)
Ilustrasi penyaluran LPG 3 Kg.(Dokumentasi Pertamina Patra Niaga)

RADARPALU – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagind) Kota Palu memastikan tidak terjadi kelangkaan gas LPG 3 kilogram di Kota Palu.

Meski terdapat pengurangan kuota dari Pertamina, pasokan LPG bersubsidi dinilai masih mencukupi bagi masyarakat yang berhak menerima.

Kepala Bidang Perdagangan Disperdagind Kota Palu, Andriani, mengatakan pihaknya bersama Tim Satgas Kota Palu terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan Pertamina terkait informasi kelangkaan LPG yang beredar di masyarakat.

Baca Juga: Bulog Sulteng Salurkan Banpang untuk Korban Gempa di Sigi dan Palu

“Memang informasi dari Pertamina, di agen-agen saat ini ada pengurangan jatah atau kuota. Secara nasional memang ada pengurangan kuota dan itu berimbas pada pengurangan kuota ke pangkalan-pangkalan,” kata Andriani kepada Radar Palu pada Rabu (17/6/2026). 

Meski demikian, menurutnya pengurangan tersebut tidak terlalu signifikan dan tidak menyebabkan kelangkaan LPG 3 kilogram di Kota Palu.

“Kalau untuk langka saya rasa tidak, karena di setiap pangkalan itu mencukupi untuk masyarakat yang memang berhak mendapatkan, yaitu masyarakat pemakaian pribadi dan UMKM,” ujarnya.

Baca Juga: GEAR ULTIMA Tuntaskan Etape Perdana Celebes Expedition dari Makassar ke Toraja

Andriani menjelaskan, kuota yang tersedia di seluruh pangkalan di Kota Palu masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan pelaku UMKM.

Ia menilai anggapan kelangkaan kemungkinan muncul karena adanya pembatasan penyaluran sesuai ketentuan yang berlaku. Masyarakat hanya dapat membeli sesuai hak yang telah ditetapkan pada setiap penyaluran.

“Mungkin masyarakat yang punya jatah satu kali di pangkalan merasa belum cukup dan masih membutuhkan lagi. Tetapi mereka memang hanya punya hak satu kali dalam sekali penyaluran. UMKM juga. Jadi untuk permintaan lebih di pangkalan mungkin memang tidak bisa dilayani lagi karena memang kuota pangkalan terbatas, sesuai dengan data yang ada pada mereka,” jelasnya.

 

Andriani mengakui adanya pengurangan kuota di pangkalan akibat berkurangnya alokasi LPG dari Pertamina. Menurutnya, kuota LPG Kota Palu sempat berkurang sekitar 500 metrik ton.

“Biasanya mungkin satu minggu dua kali penyaluran, menjadi satu minggu satu kali. Yang biasanya 100 tabung, dikurangi menjadi 80,” katanya.

Meski ada pengurangan tersebut, Andriani menegaskan kuota LPG yang disalurkan masih mencukupi bagi masyarakat yang berhak menerima subsidi.

Baca Juga: Yamaha Luncurkan MX King 150 Prima Pramac Livery di Jakarta Fair

“Dari seribuan pangkalan yang ada di Kota Palu, sebenarnya kuota gas yang disalurkan sudah berlebihan untuk masyarakat yang memang masuk dalam DTKS dan yang berhak,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Andriani juga mengungkapkan bahwa untuk harga LPG 3 kilogram, menurutnya masih sesuai harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp20 ribu per tabung.

“Kalau untuk stok Alhamdulillah tetap ada dan harga juga masih HET, tetap Rp20 ribu,” katanya.

Baca Juga: Yamaha Racing Indonesia Bidik Podium di Seri 3 ARRC Motegi

Disperdagind juga mengimbau masyarakat yang berhak menerima LPG subsidi agar membeli di pangkalan resmi. Apabila terdaftar namun tidak mendapatkan LPG, masyarakat diminta melaporkannya kepada Satgas LPG.

“Kalau memang masuk dalam data tetapi tidak mendapatkan di pangkalan resmi, silakan laporkan kepada Satgas. Nomor telepon Satgas juga ada di papan pangkalan,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat turut mengawasi distribusi LPG bersubsidi dengan melaporkan dugaan penyimpangan disertai bukti foto atau video. “Supaya kita bisa sama-sama mengawasi penyaluran distribusi gas LPG ini agar tepat sasaran dan tepat harga,” katanya.

 

Selain itu, Andriani menyebut masih ditemukan dugaan pangkalan yang menjual LPG subsidi kepada pengecer. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab LPG dijual kembali kepada masyarakat dengan harga lebih tinggi.

“Memang mungkin ada beberapa oknum di pangkalan yang nakal menjual kepada pengecer. Pengecer akhirnya menjual dengan harga mahal kepada masyarakat. Itu yang sama-sama sekarang sedang kami tindaki dan awasi bersama Satgas,” pungkasnya.(rna)

Editor : Mugni Supardi
#pertamina palu #kuota LPG subsidi #LPG 3 kg tidak langka #LPG 3 Kg Palu #Disperdagind Palu