Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Untad, Perkuat Tridarma dan Literasi Jaminan Sosial

Rina Khalik • Jumat, 12 Juni 2026 | 12:37 WIB
BPJS Ketenagakerjaan dan Untad menandatangani Nota Kesepahaman terkait penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan program jaminan sosial ketenagakerjaan.
BPJS Ketenagakerjaan dan Untad menandatangani Nota Kesepahaman terkait penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan program jaminan sosial ketenagakerjaan.

RADARPALU – BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Tadulako (Untad) menandatangani Nota Kesepahaman terkait penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan, Harjono Siswanto, bersama Rektor Universitas Tadulako, Prof. Amar, di Gedung Universitas Tadulako, Palu, Kamis (11/6).

Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan, Harjono Siswanto, mengatakan kerja sama tersebut menjadi landasan bagi kedua pihak untuk memperkuat sinergi antara program jaminan sosial ketenagakerjaan dan dunia pendidikan tinggi sekaligus mendukung pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.

Baca Juga: Sekolah Musik Indonesia Hadir di Palu, Bawa Pembelajaran Musik Berbasis Teknologi

Menurutnya, kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari Grand Launching Kurikulum Jaminan Sosial (Kurjamsos) yang diselenggarakan pada Agustus 2025 oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Dalam program nasional tersebut, Universitas Tadulako menjadi salah satu perguruan tinggi yang menunjukkan komitmen dalam mendukung implementasi Kurjamsos sebagai upaya membangun kesadaran dan pemahaman mengenai jaminan sosial sejak di bangku pendidikan tinggi.

“Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan siap memasuki dunia kerja. Karena itu, kami memandang kampus sebagai mitra strategis untuk menanamkan pemahaman mengenai hak dan perlindungan pekerja melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujar Harjono.

Baca Juga: Muhammad Safri Apresiasi Langkah Gubernur Sulteng Himpun Dana CSR Rp355 Miliar untuk Pembangunan Jalan

Ia menjelaskan, kerja sama tersebut tidak hanya berfokus pada penguatan perlindungan bagi pekerja di lingkungan kampus, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dalam riset, kajian, studi bersama, serta pengembangan kurikulum jaminan sosial ketenagakerjaan.

Melalui sinergi tersebut, BPJS Ketenagakerjaan berharap lahir berbagai inovasi dan gagasan yang dapat mendukung penguatan sistem perlindungan sosial ketenagakerjaan di Indonesia.

Harjono juga mengapresiasi komitmen Universitas Tadulako yang sejak April 2017 telah memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada tenaga kontrak di lingkungan kampus.

 

Hingga saat ini tercatat sebanyak 353 tenaga kontrak telah terlindungi melalui Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

“Ke depan, kami berharap perlindungan dapat menjangkau seluruh ekosistem kampus, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, tenaga pendukung, mahasiswa magang, hingga peserta kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kampus tidak hanya menjadi pusat keunggulan akademik, tetapi juga menjadi lingkungan yang aman, produktif, dan terlindungi,” tambahnya.

Ia menegaskan, kolaborasi tersebut juga sejalan dengan strategi 3C BPJS Ketenagakerjaan, yakni Coverage melalui perluasan perlindungan di ekosistem kampus, Care melalui layanan yang semakin mudah dan responsif, serta Credibility melalui penguatan riset, tata kelola, dan inovasi berbasis pengetahuan.

Baca Juga: Usai Kalahkan Afrika Selatan, Pelatih Meksiko Akui Rasa Gugup Tuan Rumah Sudah Terlewati

Sementara itu, Rektor Universitas Tadulako, Prof. Amar, menyambut positif penandatanganan nota kesepahaman tersebut sebagai langkah strategis untuk mempererat kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan.

Menurutnya, kemitraan tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas kontribusi dunia akademik dalam mendukung pembangunan sistem perlindungan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.

“Hari ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dengan lembaga penyelenggara jaminan sosial nasional. Kami berharap MoU ini segera ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama dan implementasi program yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ungkap Amar.

Baca Juga: Comeback Korea Selatan Tundukkan Ceko 2-1 di Grup A Piala Dunia 2026

Ia menjelaskan, kerja sama tersebut diharapkan dapat menghadirkan berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika maupun masyarakat luas.

Selain memperkuat pemahaman mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan, kemitraan tersebut juga dapat mendukung pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Amar menambahkan, Universitas Tadulako membuka ruang kolaborasi yang luas bersama BPJS Ketenagakerjaan, termasuk melalui pengembangan riset, penyusunan kajian akademik, program pengabdian masyarakat, hingga pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang dapat menjadi sarana edukasi dan peningkatan literasi jaminan sosial di tengah masyarakat.

 

Melalui kerja sama tersebut, Universitas Tadulako berharap dapat membangun kemitraan jangka panjang yang mampu memperkuat kesejahteraan sivitas akademika, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan sosial, serta mendukung terwujudnya generasi Indonesia Emas 2045 yang sehat, produktif, berdaya saing, dan terlindungi.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku, Suci Rahmad, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyambut baik kerja sama antara kedua institusi.

Menurutnya, kolaborasi dengan Universitas Tadulako menjadi langkah strategis untuk memperluas literasi jaminan sosial ketenagakerjaan di kalangan generasi muda sekaligus mendorong lahirnya berbagai kajian dan inovasi yang mendukung perluasan perlindungan pekerja di kawasan Indonesia Timur.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Perkuat Koordinasi Penyaluran Biosolar dan LPG 3 Kg di Kabupaten Poso

“Melalui sinergi ini, kami berharap semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sebelum memasuki dunia kerja, sehingga dapat mendukung terwujudnya pekerja Indonesia yang produktif, terlindungi, dan sejahtera,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palu, Nursalam Halim, menyampaikan bahwa kerja sama antara BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Tadulako merupakan langkah konkret dalam memperkuat perlindungan sosial ketenagakerjaan di lingkungan pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan literasi jaminan sosial di Sulawesi Tengah.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen Universitas Tadulako yang selama ini telah memberikan perlindungan kepada tenaga kontrak di lingkungan kampus. Melalui nota kesepahaman ini, kami optimistis kolaborasi yang terjalin akan semakin luas dan memberikan manfaat yang lebih besar, baik bagi sivitas akademika maupun masyarakat secara umum,” ujar Nursalam.

Baca Juga: 10 Tim Terpilih Ikuti Program SEED 2026, Fokus pada Dampak Sosial dan Lingkungan

Ia menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palu siap mendukung berbagai program tindak lanjut yang akan dilaksanakan bersama Universitas Tadulako, termasuk kegiatan edukasi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta perluasan kepesertaan di berbagai segmen pekerja.

“Harapan kami, kemitraan ini tidak hanya menjadi seremonial penandatanganan, tetapi dapat menghasilkan program-program nyata yang berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan pekerja dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat mewujudkan ekosistem ketenagakerjaan yang semakin terlindungi, produktif, dan berkelanjutan,” pungkasnya.(*)

Editor : Mugni Supardi
#MoU BPJS Untad #bpjs ketenagakerjaan #untad #jaminan sosial ketenagakerjaan #Universitas Tadulako