Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Ketua DPP APINDO Sulteng Ajak Mahasiswa Tangkap Peluang Pariwisata

Rony Sandhi • Kamis, 4 Juni 2026 | 20:13 WIB
Ketua DPP APINDO Sulawesi Tengah, Wijaya Chandra, menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Dies Natalis ke-18 STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah, Kamis (4/6/2026).(Dokumentasi DPP APINDO Sulteng)
Ketua DPP APINDO Sulawesi Tengah, Wijaya Chandra, menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Dies Natalis ke-18 STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah, Kamis (4/6/2026).(Dokumentasi DPP APINDO Sulteng)

RADAR PALU - Ketua APINDO Sulawesi Tengah, Wijaya Chandra, mengajak mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Sentana untuk memandang warisan megalitik Sulawesi Tengah bukan sekadar peninggalan sejarah, melainkan aset strategis yang berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan sekaligus melahirkan generasi entrepreneur muda.

Ajakan tersebut disampaikan Wijaya Chandra yang akrab disapa Ko Awi saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Dies Natalis ke-18 STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah, Kamis (4/6/2026).

Seminar bertema “Sinergi Dunia Pendidikan, Keuangan, dan Pariwisata dalam Menciptakan Entrepreneur Muda Nusantara” itu menghadirkan Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, sebagai keynote speaker.

Baca Juga: APINDO Sulteng dan Standard Chartered Singapura Bahas Peluang Jejaring Bisnis Global

Selain Ko Awi, kegiatan tersebut juga menghadirkan Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Sulawesi Tengah Putri Irnawati, Asisten Manager Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Tengah Endang Dwi Lestari Muris, serta arkeolog Iksam Djorimi.

Dalam pemaparannya, Ko Awi menyoroti besarnya potensi kawasan megalitik yang tersebar di Sulawesi Tengah sebagai jejak peradaban masa lalu yang masih belum dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, tinggalan megalitik memiliki nilai sejarah, budaya, dan ekonomi yang sangat besar apabila dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

“Bagi adik-adik mahasiswa jurusan pariwisata, aset sejarah masa lalu melalui tinggalan megalitik di Sulawesi Tengah ini memiliki potensi besar, baik dari sisi sejarah, budaya maupun ekonomi untuk pengembangan pariwisata ke depan,” ujarnya.

Baca Juga: Ketua APINDO Sulteng Minta Pelaku Usaha Tanjung Karang Pasang Daftar Harga untuk Hindari Keluhan Wisatawan

Ia menegaskan bahwa pengembangan destinasi wisata tidak cukup hanya mengandalkan objek wisata semata. Diperlukan dukungan sektor akomodasi, pelayanan wisata (hospitality), ekonomi kreatif, hingga promosi digital yang terintegrasi.

“Kita diberkati dengan kekayaan peninggalan megalitik ini. Karena itu kita harus memanfaatkannya dan mengelolanya dengan baik, termasuk seluruh unsur pendukung destinasi tersebut,” katanya.

Ko Awi juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi dan media sosial untuk memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Tengah kepada masyarakat luas. Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini membuka peluang besar bagi generasi muda untuk membangun usaha berbasis pariwisata dan budaya.

Baca Juga: Kemenkum Sulteng dan APINDO Perkuat Sinergi, Dorong Produk Unggulan UMKM Tembus Pasar Global

Pandangan tersebut mendapat dukungan dari Iksam Djorimi yang menilai masih banyak potensi kebudayaan Sulawesi Tengah yang belum tergarap secara maksimal. Peluang itu, kata dia, semakin terbuka setelah kawasan Megalitik Lore Lindu masuk dalam tentative list Warisan Dunia UNESCO pada April 2025.

“Di sinilah peran perguruan tinggi sangat penting. Informasi dan kajian kesejarahan dapat menjadi daya tarik yang memperkuat posisi Sulawesi Tengah sebagai destinasi wisata budaya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Dharmakerti, I Nyoman Kormek, mengapresiasi kontribusi Wijaya Chandra yang menyumbangkan 200 eksemplar buku autobiografinya kepada STAH Dharma Sentana.

Baca Juga: APINDO Sulteng Dorong Skema CSR untuk Cetak SDM Siap Kerja, Serapan Tenaga Lokal Jadi Kunci

Menurutnya, sumbangan tersebut dapat menjadi sumber inspirasi bagi mahasiswa yang ingin meniti karier di dunia usaha.

“Kami berharap Ko Awi tidak hanya menyumbangkan buku, tetapi juga terus berbagi pengalaman dan wawasan mengenai dunia entrepreneurship kepada mahasiswa. Pengalaman praktis seperti itu sangat dibutuhkan generasi muda saat ini,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan bahwa tema seminar tersebut sangat relevan dengan kebutuhan Indonesia dalam mencetak generasi muda yang kreatif, inovatif, dan berjiwa entrepreneur.

Baca Juga: APINDO–KADIN Sampaikan Usulan Strategis RUU Ketenagakerjaan, Soroti Fleksibilitas dan Produktivitas

Ia mendorong generasi muda untuk mengembangkan potensi daerah masing-masing sebagai modal membangun ekonomi berbasis kearifan lokal, sekaligus menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Melalui kegiatan ini, STAH Dharma Sentana berharap dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi pelopor pengembangan pariwisata, pelestarian budaya, dan kewirausahaan berbasis potensi lokal Sulawesi Tengah.(*/ron)

 

Editor : Rony Sandhi
#APINDO Sulteng Wijaya Chandra Megalitik Lore Lindu STAH Dharma Sentana Pariwisata Sulteng