RADAR PALU – Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) APINDO Sulawesi Tengah menggelar pertemuan dan diskusi bisnis bersama Manager Standard Chartered Bank Singapura, Laurina, guna membahas peluang kerja sama ekonomi, investasi, serta penguatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha daerah.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai di salah satu restoran di Kota Palu itu menjadi momentum strategis untuk mempertemukan perspektif dunia usaha Sulawesi Tengah dengan ekosistem bisnis dan keuangan yang berkembang di Singapura.
Dalam diskusi tersebut, para pengurus APINDO Sulteng memperoleh berbagai informasi terkini terkait iklim investasi, sektor perbankan, hingga peluang pengembangan jaringan usaha lintas negara yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha di Sulawesi Tengah.
Ketua DPP APINDO Sulteng Wijaya Chandra menyampaikan bahwa pertemuan tersebut memberikan wawasan baru mengenai tren investasi dan layanan keuangan internasional yang dapat menjadi referensi bagi pengusaha lokal dalam memperluas pasar dan kemitraan bisnis.
“Pertemuan penting ini memberikan banyak informasi terbaru dari sharing bersama Laurina, termasuk pengetahuan tentang investasi, keuangan, dan perbankan yang berlaku di Singapura. Ini menjadi bekal penting bagi pelaku usaha di Sulawesi Tengah untuk melihat peluang ekspansi dan kolaborasi yang lebih luas,” ujar Wijaya Chandra.
Sementara itu, Laurina menyambut positif inisiatif APINDO Sulteng yang membuka ruang komunikasi dengan pelaku usaha dan lembaga keuangan internasional. Menurutnya, Sulawesi Tengah memiliki potensi ekonomi yang besar dan menarik untuk diperkenalkan kepada investor maupun komunitas bisnis di Singapura.
Baca Juga: May Day 2026 Sulteng: Buruh, APINDO dan Pemprov Solid Bangun SDM Pekerja
Ia menilai, pertemuan tersebut dapat menjadi langkah awal membangun konektivitas bisnis yang lebih kuat antara kedua wilayah, terutama dalam pertukaran informasi peluang investasi dan pengembangan usaha.
“Pertemuan awal ini sangat baik dan tentu bisa membuka peluang jejaring komunikasi antara pelaku usaha di Sulawesi Tengah dan Singapura. Ke depan bisa dilakukan pertemuan lanjutan untuk membahas peluang yang ada di masing-masing wilayah, baik di Sulawesi Tengah maupun Singapura,” jelas Laurina.
Menurut wanita asal Kota Palu yang sukses berkarir di Singapura ini, komunikasi lanjutan dapat dilakukan secara daring melalui forum diskusi atau zoom meeting yang melibatkan lebih banyak pelaku usaha dan calon investor.
Baca Juga: APINDO Sulteng Dorong Skema CSR untuk Cetak SDM Siap Kerja, Serapan Tenaga Lokal Jadi Kunci
Langkah APINDO Sulteng tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan dunia usaha daerah untuk memperluas akses pasar internasional, menarik investasi, serta membangun kemitraan strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing daerah di tingkat global. (ron)
Editor : Rony Sandhi