RADAR PALU - 80 anak mengikuti Super Hero Kids Cooking Class yang digelar Hotel Santika Palu pada Sabtu (31/5/2026). Angka tersebut melampaui target awal panitia yang hanya menyiapkan kegiatan untuk 50 peserta, menunjukkan tingginya minat keluarga terhadap aktivitas edukatif bagi anak di Kota Palu.
Kenaikan jumlah peserta hingga sekitar 60 persen di atas target menjadi sinyal bahwa kebutuhan ruang belajar yang dikemas secara menyenangkan semakin besar. Bukan sekadar kegiatan mengisi waktu libur, acara semacam ini kini menjadi pilihan orang tua untuk mendukung perkembangan kreativitas anak sejak usia dini.
Hotel Santika Palu kembali menggelar Super Hero Kids Cooking Class, program rutin yang diadakan dua kali setiap tahun. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak menghias kue sambil mengenakan kostum superhero favorit mereka.
Baca Juga: Polres Morowali Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila
Public Relations Officer Hotel Santika Palu, Nasya, mengatakan tingginya jumlah peserta di luar perkiraan panitia menjadi kejutan tersendiri.
"Antusiasmenya sangat bagus sekali. Kami tidak menyangka pesertanya akan sebanyak ini. Kami berterima kasih kepada para orang tua, guru, dan semua pihak yang telah mengajak anak-anak untuk ikut serta dalam kegiatan ini," ujar Nasya.
Menurutnya, aktivitas menghias kue dipilih karena mampu mendorong anak untuk bereksplorasi, mencoba hal baru, serta mengembangkan kreativitas melalui pengalaman langsung.
Baca Juga: Wabup Parigi Moutong Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan
Bagi dunia pendidikan anak, jumlah peserta yang mencapai 80 orang menunjukkan tingginya perhatian orang tua terhadap kegiatan yang memiliki unsur pembelajaran.
Anak-anak tidak hanya diajak bermain, tetapi juga dilatih mengambil keputusan, memilih warna, menyusun dekorasi, hingga menyelesaikan tugas secara mandiri. Dalam kompetisi tersebut, penilaian dilakukan berdasarkan kreativitas, kombinasi warna, dan tingkat kemandirian peserta.
Ini menjadi penting karena berbagai penelitian menunjukkan aktivitas kreatif dapat membantu perkembangan motorik halus, kemampuan problem solving, hingga meningkatkan rasa percaya diri anak.
Namun, masalahnya tidak berhenti di situ.
Tingginya antusiasme masyarakat juga menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap kegiatan edukatif keluarga masih cukup besar. Artinya, ruang-ruang publik yang menghadirkan program serupa memiliki peluang untuk terus berkembang.
Orang Tua Menilai Aktivitas Edukatif Semakin Dibutuhkan
Sejumlah orang tua mengaku merasakan manfaat langsung dari kegiatan tersebut.
Baca Juga: Pancasila Menjadi Jawaban Perdamaian Dunia
Salah satunya Riana, yang melihat anaknya memperoleh pengalaman baru melalui aktivitas menghias kue.
"Bagus acaranya. Kalau bisa kegiatan edukasi untuk anak-anak seperti ini dibuat setiap beberapa bulan sekali," katanya.
Hal senada disampaikan Muliani yang baru pertama kali mengikuti kegiatan serupa bersama anaknya.
"Baru pertama kali saya ikut kegiatan seperti ini, jadi excited banget. Acaranya keren dan dari tadi sudah tidak sabar untuk mengikutinya," ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi anak untuk mengekspresikan imajinasi dan kreativitas secara bebas.
Tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa konsep edutainment atau pembelajaran yang dipadukan dengan hiburan semakin diminati masyarakat.
Bagi pelaku industri perhotelan, kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga menciptakan nilai tambah melalui keterlibatan komunitas dan keluarga.
Sementara bagi masyarakat, program semacam ini membuka lebih banyak pilihan aktivitas yang bermanfaat bagi tumbuh kembang anak.
Jika tren minat terhadap kegiatan edukatif keluarga terus meningkat, kebutuhan akan program kreatif berbasis anak diperkirakan semakin besar dalam beberapa tahun ke depan.
Tantangannya adalah bagaimana penyelenggara mampu menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menarik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi perkembangan anak. Dengan antusiasme yang mencapai 80 peserta dalam satu kegiatan, peluang untuk mengembangkan program serupa di Palu masih terbuka lebar.***
Editor : Muhammad Awaludin