Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Bulog Sulteng Serap 8.700 Ton Beras hingga Mei 2026, Samai Capaian Setahun Penuh 2025

Rina Khalik • Minggu, 24 Mei 2026 | 20:19 WIB
Pimpinan Wilayah (Pimwil) Bulog Sulteng, Jusri.
Pimpinan Wilayah (Pimwil) Bulog Sulteng, Jusri.

RADARPALU - Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah mencatat capaian positif dalam pengadaan beras domestik sepanjang 2026.

Hingga Mei 2026, Bulog Sulteng berhasil menyerap sebanyak 8.700 ton beras atau setara dengan total serapan sepanjang tahun 2025.

Pemimpin Wilayah (Pimwil) Bulog Kanwil Sulawesi Tengah, Jusri, mengatakan capaian tersebut menunjukkan efektivitas program pengadaan beras dan gabah yang tengah dijalankan Bulog.

Baca Juga: BYD Haka Palu Perkenalkan M6 DM, Lebih Irit dan Efisien

“Target kami tahun ini sebesar 11.300 ton, dan saat ini sudah tercapai 8.700 ton. Capaian ini sudah setara dengan total serapan sepanjang tahun 2025, padahal sekarang baru memasuki Mei 2026. Artinya, masih ada waktu yang cukup untuk melakukan akselerasi,” ujar Jusri saat diwawancarai di kantornya, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, Bulog Sulteng optimistis target pengadaan tahun ini dapat tercapai lebih cepat, bahkan sebelum pertengahan tahun.

“Saya berharap sampai Juni nanti target 11.300 ton sudah bisa kami capai. Simpul-simpul pengadaan saat ini sudah mulai solid, apalagi kami terus menambah kerja sama strategis dengan petani dan penggilingan, baik untuk pengadaan beras maupun gabah,” katanya.

Baca Juga: UMKM Desa Jadi Fokus, Pemkab Parimo Dorong Ekonomi Kerakyatan Lewat Gerbang Desa

Saat ini Bulog Sulteng telah menjalin kemitraan dengan sejumlah pelaku usaha di beberapa daerah. Di Kabupaten Donggala terdapat tiga mitra aktif yang terlibat dalam pengadaan.

Sementara di Kabupaten Parigi Moutong jumlah mitra mencapai enam. Adapun di wilayah Luwuk terdapat tambahan dua hingga tiga mitra baru yang mulai berkontribusi.

Dengan capaian yang terus meningkat, Bulog Sulteng optimistis dapat memperkuat cadangan pangan pemerintah sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di wilayah Sulawesi Tengah.

 

Sementara itu, Kabupaten Tolitoli masih dalam tahap percepatan pengembangan program penyerapan gabah. Meski tergolong baru, Jusri menyebut progres pelaksanaan program di daerah tersebut cukup baik.

“Di Tolitoli memang masih terus kami akselerasi karena ini program baru bagi Bulog Sulteng untuk penyerapan gabah. Namun sejauh ini progresnya cukup bagus,” tandasnya.(*)

Editor : Mugni Supardi
#Bulog Sulteng #pengadaan beras 2026 #Bulog Sulawesi Tengah #serapan beras #Stok beras