Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang berbasis di Kota Palu itu resmi masuk dalam daftar “Top 100 BPR 2026” versi majalah The Finance berdasarkan penilaian kinerja periode September 2023 hingga 2025.
Predikat tersebut menempatkan White Bank sejajar dengan ratusan BPR terbaik di Indonesia dari sisi pertumbuhan aset, kualitas kredit, profitabilitas, hingga efisiensi operasional.
Baca Juga: BPR Prima Artha Sejahtera Gandeng Askrindo, Perkuat Perlindungan UMKM Lewat Asuransi Mikro
Capaian ini sekaligus mempertegas daya saing lembaga keuangan daerah di tengah ketatnya industri perbankan nasional.
Direktur Utama BPR Prima Artha Sejahtera, Hendrik Sjam, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil dari strategi bisnis yang konsisten menjaga prinsip kehati-hatian sekaligus memperluas pembiayaan produktif, khususnya bagi sektor UMKM.
“Kami fokus pada pembiayaan UMKM dan sektor produktif lokal. Pertumbuhan yang sehat, NPL yang terjaga, serta digitalisasi layanan menjadi kunci kami bertahan dan tumbuh di tengah dinamika ekonomi pasca-pandemi,” ujar Hendrik kepada Radar Palu, Kamis (21/5).
Ia menjelaskan, penghargaan Top 100 BPR 2026 rencananya akan diumumkan dan diserahkan pada 19 Juni 2026 di Yogyakarta.
Penghargaan tersebut akan diberikan langsung oleh Eko B. Supriyanto selaku Chairman Infobank Media Group bersama Teddy Alamsyah.
Secara bisnis, masuknya White Bank dalam daftar Top 100 BPR nasional mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap kinerja perbankan daerah.
Predikat tersebut dinilai mampu memperkuat kredibilitas perusahaan di mata nasabah, investor, hingga mitra usaha.
Baca Juga: BPR Sulawesi Mitra Abadi dan Askrindo Teken Kerja Sama Asuransi Mikro
Di sisi lain, capaian itu juga menjadi indikator bahwa model bisnis BPR berbasis UMKM masih memiliki daya tahan kuat di tengah tekanan ekonomi dan perubahan perilaku pasar.
Dengan fokus pada sektor produktif lokal, BPR Prima Artha Sejahtera dinilai mampu menjaga kualitas aset tanpa mengorbankan pertumbuhan kredit.
Perlu diketahui bahwa, BPR yang berhasil masuk daftar Top 100 umumnya memiliki kombinasi tata kelola yang sehat, penetrasi pasar lokal yang kuat, serta inovasi layanan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: BPJAMSOSTEK Serahkan Santunan Kematian 42 Juta ke Ahli Waris BPR Binarta Luhur Parigi
Hal tersebut membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan perusahaan fintech maupun lembaga penjamin kredit.
Penghargaan dari The Finance sendiri dikenal sebagai salah satu tolok ukur tahunan dalam menilai kesehatan dan performa industri BPR nasional.
Penilaian dilakukan berdasarkan laporan keuangan audit serta indikator utama kinerja selama dua tahun terakhir.
Ke depan, tantangan utama BPR Prima Artha Sejahtera adalah menjaga momentum pertumbuhan di tengah potensi kenaikan suku bunga dan perlambatan daya beli masyarakat.
Namun, dengan pemulihan ekonomi Palu dan kawasan sekitarnya yang terus berlangsung pascarekonstruksi, ruang ekspansi sektor pembiayaan mikro dinilai masih terbuka lebar. ***
Editor : Talib