RADARPALU – Menjelang Hari Raya Idul Adha, sejumlah kebutuhan pokok di Kota Palu mengalami kenaikan harga, khususnya rica dan tomat.
Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagind) terus melakukan pemantauan di pasar tradisional, terutama di Pasar Inpres dan Pasar Masomba.
Kabid Perdagangan Kota Palu, Andrianni mengatakan, kenaikan harga rica mencapai Rp10 ribu per kilogram. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp40 ribu, kini naik menjadi Rp50 ribu per kilogram.
Baca Juga: Jamsostek Jadi Pilar Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045
“Tomat naik menjadi Rp15 ribu,” ujar Andriani saat ditemui pada Senin (18/5/2026).
Menurutnya, kenaikan harga tomat dipengaruhi harga dari tingkat petani yang sudah mencapai Rp13 ribu per kilogram. Kondisi itu membuat harga di pasar menjadi Rp15 ribu hingga Rp16 ribu per kilogram.
Ia menjelaskan, meski saat ini memasuki masa panen, sebagian hasil pertanian justru dibawa keluar daerah oleh tengkulak karena harga di luar daerah dinilai lebih tinggi.
Baca Juga: Hadianto Rasyid dan Candaan Hangat dengan Emak-Emak Pemulung
“Petani-petani ini sudah ada tengkulak yang mengambil dan dibawa keluar. Jadi mungkin harga di luar itu lebih tinggi makanya mereka banyak petani itu yang menjual keluar,” jelasnya.
Selain pasokan dari Kota Palu, tomat yang beredar di pasar juga berasal dari Kabupaten Sigi dan Ampana. Namun demikian, Andrianni optimistis harga akan kembali turun seiring panen berikutnya.
“Insya Allah nanti dengan banyaknya lagi panen, kali ini panen lagi, insya Allah akan berangsur turun,” ujarnya.
Sementara itu, untuk komoditas lain seperti telur ayam justru mengalami penurunan harga. Ia menyebut harga telur yang sebelumnya mencapai Rp65 ribu hingga Rp70 ribu kini turun di kisaran Rp40 ribu hingga Rp60 ribu tergantung ukuran.
“Untuk yang lain turun, malah alhamdulillah yang lain cenderung turun. Seperti telur yang kemarin-kemarin sampai Rp70 ribu sekarang turun,” ungkapnya.
Sedangkan harga daging, ayam dan telur disebut masih dalam kondisi stabil. Dalam upaya menjaga kestabilan harga menjelang Iduladha, Pemerintah Kota Palu akan menggelar kegiatan pasar murah.
Baca Juga: Juri 'Gaib' Lomba FLS3N Morowali Utara Mengundang Protes Orang Tua Murid
Selain itu, Dinas Pertanian juga akan mengadakan gerakan pangan murah di halaman kantor Dinas Pertanian di Jalan Ponegoro. Pemerintah akan menyediakan kebutuhan pokok bersubsidi agar masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.
“Jadi insyaAllah Dinas Pertanian dan Dinas Perdagind akan menyediakan bahan pokok yang bersubsidi agar masyarakat dapat membeli barang dengan harga yang terjangkau,” katanya.
Andrianni juga mengimbau masyarakat agar berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan barang.
Baca Juga: Banjir Terparah Terjang Desa Gunung Sari, 43 Rumah di Tiga Dusun Terendam
“Kita menjadi konsumen bijak, berbelanja sesuai kebutuhan, berbelanja barang-barang yang memang kita butuhkan. Tidak perlu kita menimbun karena insya Allah barang untuk kebutuhan Kota Palu itu terpenuhi,” imbaunya.
Ia juga meminta para pedagang menjual barang secara wajar dan tidak memberatkan masyarakat. “Kalau memang harga bisa dijual dengan harga normal, jangan sampai kita memberatkan masyarakat,” pungkasnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi