Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

IMIP Kembangkan Teknologi Hijau, PT Sesmo Bangun PLTS 200 MWp di Morowali

Rony Sandhi • Senin, 11 Mei 2026 | 14:36 WIB
Pengembangan PLTS Kawasan IMIP di Morowali menjadi bagian transisi energi hijau menuju industri rendah karbon.(Istimewa)
Pengembangan PLTS Kawasan IMIP di Morowali menjadi bagian transisi energi hijau menuju industri rendah karbon.(Istimewa)

 

RADAR PALU - Pengembangan PLTS Kawasan IMIP terus diperkuat sebagai bagian dari dukungan industri terhadap target Net Zero Emission (NZE) Indonesia 2060. Kali ini, salah satu tenant di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), PT Sumber Energi Surya Morowali (Sesmo), bakal membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya berkapasitas 200 MWp. 

Pembangunan PLTS Kawasan IMIP tersebut menjadi langkah lanjutan transformasi energi hijau di kawasan industri nikel terbesar di Indonesia itu, sekaligus mendukung transisi dari energi fosil menuju energi baru terbarukan (EBT). 

Deputi Direktur Operasional PT Indonesia Morowali Industrial Park, Yulius Susanto mengatakan, pembangunan PLTS dilakukan untuk memperkuat penggunaan teknologi energi bersih di kawasan industri. 

Baca Juga: Pemkot Palu Ikut Peluncuran Buku Pendidikan Antikorupsi Bersama Rakor Inflasi Kemendagri

“Pembangunan PLTS di PT Sesmo dengan luas lahan 224 hektare, berkapasitas 200 MWp dan penyimpanan baterai 80 MW, untuk mendukung teknologi energi bersih menuju industri yang berkelanjutan,” ujar Yulius Susanto, Senin (11/5/2026). 

Menurut Yulius, PLTS menghasilkan listrik dari energi matahari tanpa proses pembakaran bahan bakar fosil sehingga emisi karbon operasionalnya jauh lebih rendah dibanding pembangkit berbasis batu bara maupun diesel. 

Ia menyebut, pengembangan energi surya tersebut juga menjadi respons terhadap arah kebijakan pemerintah yang terus mendorong pemanfaatan energi terbarukan dan pengurangan emisi karbon di sektor industri. 

Baca Juga: Poltekkes Kemenkes Palu Latih Kader Desa Siniu Deteksi Dini Diabetes

Listrik yang dihasilkan PLTS nantinya akan digunakan untuk kebutuhan operasional pabrik dan perkantoran PT Sesmo. Selain untuk pemakaian internal, surplus energi juga memungkinkan disalurkan guna membantu stabilitas sistem kelistrikan di kawasan IMIP. 

Pemanfaatan energi surya tersebut diperkirakan mampu menekan konsumsi batu bara hingga puluhan ribu ton per tahun sekaligus mengurangi emisi nitrogen oksida dan sulfur dioksida. 

Menurut Yulius, langkah itu juga menjadi bagian dari penguatan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan atau Environmental, Social, and Governance (ESG) yang kini menjadi indikator penting daya saing industri global. 

“PLTS bukan sekadar pembangkit listrik alternatif, tetapi instrumen strategis transisi energi modern. Bagi industri, PLTS penting bukan hanya karena hijau, tetapi karena energi bersih mulai menjadi syarat ekonomi masa depan,” tegasnya. 

Ia menambahkan, perusahaan yang lambat beradaptasi terhadap transisi energi berisiko tertinggal dari sisi efisiensi produksi, investasi, hingga akses pasar internasional. 

Sebelumnya, sejumlah tenant di kawasan IMIP juga telah mengembangkan teknologi hijau berbasis energi surya. Di antaranya PLTS Kanal Fatufia berkapasitas sekitar 1,27 MWp dengan 2.190 panel surya, serta PLTS Atap milik PT Dexin Steel Indonesia dengan kapasitas terpasang mencapai 65,89 MWp. 

Baca Juga: Wawali Palu Terima ANRI, Pemkot Siap Perkuat Penerapan Aplikasi SRIKANDI

Selain itu, PT QMB New Energy Materials juga tengah merencanakan pembangunan PLTS berkapasitas 6 MWp. 

Tak hanya PLTS, kawasan IMIP juga mengembangkan teknologi PLTU Co-Generation yang dikelola sejumlah tenant, di antaranya PT DSI dengan kapasitas 65 MW dan PT HYNC berkapasitas 50 MW. 

Ke depan, pengembangan energi terbarukan di kawasan IMIP diharapkan terus meningkat seiring bertambahnya kapasitas pembangkit dan kemajuan teknologi penyimpanan energi, sehingga struktur energi industri secara bertahap dapat beralih menuju sistem rendah karbon.*** 

Editor : Muhammad Awaludin
#PLTS Kawasan IMIP #energi terbarukan #morowali #PT IMIP #Net zero emission