RADARPALU – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menggelar Madani Vokasi Academy berupa pelatihan barista bagi anak-anak nasabah di Sulawesi Tengah sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan membuka peluang kerja di industri coffee shop.
Melalui Divisi TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan), program tersebut merupakan bagian dari pendampingan yang dilakukan PNM selain pemberian pembiayaan kepada nasabah.
Pimpinan PNM Cabang Palu, M. Akbar Rifani mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas anak-anak nasabah agar memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan sebagai peluang kerja maupun usaha.
“PNM selain memberikan pembiayaan kepada nasabah, juga melakukan pendampingan untuk pengembangan kapasitas. Saat ini momen yang kami ambil adalah pengembangan kapasitas untuk anak nasabah melalui pelatihan barista,” ujar Akbar kepada Radar Palu saat ditemui pada Senin (11/5/2026).
Menurutnya, tren kedai kopi yang terus berkembang di Kota Palu menjadi alasan dipilihnya pelatihan tersebut. PNM ingin memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh keterampilan di bidang kopi dan barista.
“Sekarang kopi sudah menjadi tren gaya hidup, coffee shop sudah ada di mana-mana. Sehingga kami memberikan kesempatan kepada anak-anak nasabah untuk diberikan pelatihan yang nantinya bisa menjadi peluang kerja buat mereka, apakah menjadi barista ataupun peluang usahanya,” jelasnya.
Pelatihan tersebut berlangsung selama tiga hari. Untuk pelaksanaan hari kedua dan ketiga, PNM bekerja sama dengan Satpel PVP yang memberikan pelatihan secara langsung kepada peserta.
Peserta yang mengikuti pelatihan berjumlah 25 orang berasal dari berbagai kabupaten/kota yang ada di Sulawesi Tengah. Mereka merupakan perwakilan anak nasabah dari sejumlah daerah di antaranya Buol, Tolitoli, Donggala, Palu, serta wilayah lainnya.
“Setiap kabupaten kami minta mengirimkan dua sampai tiga anak nasabah untuk mengikuti pelatihan,” katanya.
Baca Juga: Viral Emak-emak di Makassar Angkut Motor Listrik di Atas Skutik, Warganet Soroti Aksi Nekat
Akbar berharap pelatihan tersebut dapat memberikan manfaat serta pengetahuan baru bagi peserta. Selain itu, keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat membuka peluang kerja maupun usaha di bidang coffee shop.
“Kedepannya mungkin bisa membuka lapangan pekerjaan karena bisa melamar di coffee shop ataupun membuka usaha coffee shop dalam skala kecil maupun skala umum,” tandasnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi