RADAR PALU – PDRB Sulawesi Tengah pada triwulan I-2026 mencatat pertumbuhan sebesar 8,32 persen secara tahunan atau year-on-year (y-on-y). Data tersebut dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah pada 5 Mei 2026.
Dalam laporan resmi BPS, nilai PDRB Sulawesi Tengah atas dasar harga berlaku pada triwulan I-2026 mencapai Rp110.267,82 miliar. Sementara atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp57.438,68 miliar.
Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah ditopang kuat oleh sektor industri pengolahan. Dari sisi produksi, lapangan usaha industri pengolahan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 15,09 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Kemenkum Sulteng Matangkan Program MendaKI Bersama Wakil Gubernur
Selain itu, dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah mencatat pertumbuhan paling tinggi sebesar 21,03 persen.
Meski secara tahunan tumbuh positif, ekonomi Sulawesi Tengah mengalami kontraksi jika dibandingkan triwulan sebelumnya atau quarter-to-quarter (q-to-q).
BPS mencatat ekonomi Sulawesi Tengah triwulan I-2026 mengalami kontraksi sebesar 6,98 persen dibanding triwulan IV-2025.
Baca Juga: Ketua DPRD Morut Minta PT KLS Kembalikan Lahan Masyarakat Bungku Utara dan Mamosalato
Dari sisi produksi, lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib mengalami kontraksi terdalam sebesar 18,85 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah mengalami kontraksi terdalam sebesar 35,65 persen.
Data ini menunjukkan ekonomi Sulawesi Tengah masih tumbuh kuat secara tahunan, terutama didorong aktivitas industri pengolahan. Namun secara triwulanan, perlambatan belanja pemerintah turut memengaruhi laju pertumbuhan ekonomi daerah pada awal 2026.***
Editor : Muhammad Awaludin