Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Ekspor Sulteng Melonjak 22,78 Persen, Nikel dan Baja Jadi Penopang

Rina Khalik • Rabu, 6 Mei 2026 | 14:19 WIB
Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Tengah, Margie Lestari, SH.(Rina Abd Halik)
Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Tengah, Margie Lestari, SH.(Rina Abd Halik)

RADARPALU – Kinerja ekspor Sulawesi Tengah pada awal 2026 menunjukkan akselerasi kuat, dengan lonjakan signifikan pada sektor nonmigas yang semakin memperkuat posisi daerah di pasar global.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Tengah, Margie Lestari, SH, berdasarkan hasil kompilasi data bersama Badan Pusat Statistik (BPS).

Secara kumulatif, total perdagangan luar negeri periode 2021–2025 tercatat tumbuh sebesar 12,79 persen. Pada Januari 2026, neraca perdagangan mencapai 9,184,6 juta USD atau meningkat sekitar 19,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Baca Juga: Belum Ada Lonjakan, Harga Daging di Inpres Manonda Masih Normal

Untuk kinerja ekspor, pada periode Januari hingga Maret 2026 tercatat sebesar 6.203,7 juta USD. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 22,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya berada di kisaran 12 persen.

“Ekspor non-migas menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan mencapai 24,47 persen dibandingkan tahun 2025. Ini menunjukkan daya saing produk non-migas kita semakin kuat,” ujar Margie saat ditemui pada Rabu (6/5/0262).

Sebaliknya, ekspor sektor migas mengalami kontraksi sebesar 5,10 persen. Kondisi ini dinilai perlu menjadi perhatian untuk dilakukan diversifikasi serta mitigasi terhadap volatilitas sektor tersebut.

Baca Juga: DPRD Palu Awasi Kebijakan Efisiensi ASN, WFH dan Transportasi Umum Jadi Sorotan

Adapun komoditas utama yang mendorong peningkatan ekspor antara lain besi dan baja, nikel, serta bahan bakar mineral (BBM). Ketiga komoditas tersebut dinilai memiliki intensitas ekspor yang tinggi sehingga berkontribusi besar terhadap pertumbuhan.

Sementara itu, negara tujuan ekspor utama Sulawesi Tengah meliputi Tiongkok, Vietnam, Taiwan, India, dan Jepang. Komoditas yang diekspor ke negara-negara tersebut antara lain nikel, besi baja, dan bahan kimia anorganik.

Margie menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan sinkronisasi data dengan BPS, termasuk melalui rapat koordinasi sebelum rilis resmi data ekspor. “Kami bandingkan data BPS dengan kondisi di lapangan, dan hasilnya tidak berbeda jauh,” jelasnya.

 

Selain komoditas utama, sektor pertanian seperti durian juga turut berkontribusi dalam peningkatan ekspor, meskipun porsinya belum sebesar komoditas logam.

“Semua komoditas ekspor sudah kami akumulasi, termasuk durian. Namun memang yang paling mendorong peningkatan tetap dari besi dan baja,” katanya.

Adapun salah satu pelaku usaha yang disambangi Disperindag Sulteng tercatat mengekspor durian beku ke Jepang dengan volume sekitar 16 hingga 17 ton atau setara satu kontainer. Produk durian tersebut dikupas dan dibekukan sebelum dikirim.

Baca Juga: Forum Komunikasi Kebijakan Kemenkum Sulteng Dorong Kebijakan Lebih Tepat Sasaran

Untuk memperluas pasar, Disperindag sebelumnya aktif memfasilitasi pelaku usaha mengikuti pameran internasional seperti kegiata TEI di Jakarta. Dalam kegiatan tersebut, pelaku usaha dapat bertemu langsung dengan pembeli dari berbagai negara.

Tahun ini, pemerintah daerah juga memberikan perhatian khusus pada pengembangan komoditas durian. Program ini sejalan dengan arahan gubernur untuk meningkatkan tren ekspor durian Sulawesi Tengah.

Dengan berbagai upaya tersebut, Disperindag optimistis kinerja ekspor Sulawesi Tengah akan terus meningkat sepanjang tahun 2026.

Baca Juga: Peringati HUT ke-75 PERSAJA, Kejati Sulteng Tegaskan Komitmen Perkuat Integritas Jaksa

“Pelaku usaha yang sudah kirim produk ke Surabaya atau Lampung akan kita dorong untuk ekspor. Kita beri pemahaman dan pelatihan bagaimana prosesnya,” ujarnya.(rna)

Editor : Mugni Supardi
#kinerja ekspor Sulteng #ekspor nikel #Disperindag Sulteng #ekspor besi baja #Ekspor Sulawesi Tengah