Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Kunjungi Sentra Telur, Wawali Palu Dorong Perlindungan Lahan Peternak

Rina Khalik • Sabtu, 2 Mei 2026 | 19:41 WIB
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin saat kunjungan ke sentra peternakan ayam petelur.(Rina Abd Halik)
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin saat kunjungan ke sentra peternakan ayam petelur.(Rina Abd Halik)

RADARPALU – Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, didampingi oleh sejumlah kepala OPD melakukan kunjungan ke sentra peternakan ayam petelur yang tergabung dalam Kelompok Saudara Unggas Mandiri.

Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi peternakan sekaligus menindaklanjuti permintaan para peternak terkait pemetaan lahan.

Imelda menyampaikan bahwa pemetaan lahan menjadi hal penting guna memastikan kejelasan peruntukan wilayah, baik untuk pertanian, peternakan, maupun permukiman.

Baca Juga: Masih di Zona Degradasi, Persis Hadapi Ujian Berat Lawan Malut

Hal ini dilakukan untuk menghindari kekhawatiran para peternak terhadap potensi perubahan fungsi lahan di masa mendatang.

“Kami meminta untuk memetakan lahan yang ada. Karena permintaan dari para peternak agar lahan mereka bisa masuk dan diamankan dalam tata ruang,” ujar Imelda saat ditemui pada Sabtu (2/5/2026).

Ia menegaskan, penataan lahan harus dilakukan secara jelas agar tidak terjadi kesalahan dalam penetapan fungsi wilayah.

Baca Juga: Brace Raickovic dan Rivera Bungkam Badai Pasifik di Gelora Bung Tomo

“Jangan sampai mereka merasa ini lahan pertanian, ternyata masuk dalam lahan perumahan,” tambahnya.

Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, terdapat 48 KK yang mengelola sekitar 200 ribu ekor ayam petelur yang tersebar di lahan kurang lebih 40 hektare.

Di lokasi tersebut, juga ditemukan adanya lahan kosong serta rencana pengembangan dari para peternak.

 

Beberapa diantaranya telah memiliki perencanaan untuk menanam komoditas seperti mangga, alpukat, kelapa, serta tanaman hortikultura lainnya.

Selain itu, terdapat pula budidaya tomat, cabai, dan sayur-sayuran yang dinilai berpotensi menjadi sumber kebutuhan pangan di Kota Palu.

Wawali menekankan pentingnya penataan lahan yang baik agar seluruh potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

Baca Juga: Target Regenerasi, Pembinaan Atlet dan Wasit Biliar Sulteng Digenjot

Selain itu, keberadaan sentra telur ini juga disebut berperan dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan telur untuk program penanganan stunting.

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus berada di belakang peternak dan petani dengan memberikan pendampingan agar keberlanjutan produksi tetap terjaga.

“Kita harus berada di belakang peternak dan petani, harus mendampingi mereka,” ujarnya.

Baca Juga: Bukti Nyata Swasembada: Mentan Amran Tegaskan Capaian Berbasis Data Global di Mubes IKA UNHAS

Sementara itu, Ketua Kelompok Peternak Saudara Unggas Mandiri Rustam mengatakan, bahwa kelompoknya sendiri telah beroperasi sejak tahun 2016 hingga kini dapat menghasilkan 150 ribu butir telur perhari.

“Ini juga mendukung program pemerintah yaitu program MBG. Selama ini, sejak berjalannya MBG, itu memberikan dampak positif bagi usaha ayam petelur,” ujarnya.

Dirinya berharap agar program tersebut dapat terus berjalan meski sejak beberapa hari terakhir penyerapan mengalami keterlambatan disebabkan adanya evaluasi dari BGN terhadap dapur-dapur yang ada di Kota Palu.

 

“Semoga kedepan program ini terus berjalan dan kami peternak-peternak kecil yang ada di kota Palu itu bisa sejahtera dan bisa meningkatkan populasi untuk mendukung program ini,” harapnya.(rna)

Editor : Mugni Supardi
#peternakan ayam petelur #penataan lahan peternakan #produksi telur Palu #Imelda MUhidin #Wawali Palu