RADARPALU - Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Program Pembangunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Tahun 2026, sebagai bagian dari implementasi sistem perencanaan pembangunan daerah.
Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, Agustin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan menyelaraskan program dan kegiatan pembangunan dengan arah kebijakan daerah melalui program Berani Makmur.
“Rakor ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam memperkuat sektor pertanian, khususnya subsektor tanaman pangan dan hortikultura,” ujarnya.
Baca Juga: Stabilitas Harga Pangan, BI Perkuat Program GPIPS, Fokuskan Komoditas Utama Penyumbang Inflasi
Ia menjelaskan, rakor tersebut juga bertujuan meningkatkan sinergi dan komitmen para pemangku kepentingan, mendorong peningkatan produksi, produktivitas, serta nilai tambah komoditas pertanian guna meningkatkan pendapatan masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan nilai tukar petani, mendukung penyediaan pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman, serta mempercepat penurunan stunting.
“Rakor ini juga diharapkan dapat memperkuat stabilitas pasokan dan harga pangan dalam rangka pengendalian inflasi daerah,” tambahnya.
Baca Juga: Pendakian Gawalise via Kanuna Dihentikan Sementara sampai 5 Mei
Pelaksanaan rakor didasarkan pada DPPA Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026, dengan mengangkat tema “Berani Menyangga Perekonomian Masyarakat dan Ketahanan Pangan melalui Inovasi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah”.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur juga dijadwalkan membuka secara resmi rakor serta melaunching aplikasi SIGILING (Sistem Informasi Gilingan Padi Terintegrasi).
Aplikasi SIGILING dirancang untuk menyediakan informasi terpusat mengenai penggilingan padi, harga gabah dan beras, serta data pertanian di wilayah Sulawesi Tengah.
Sistem ini diharapkan dapat membantu petani, pelaku usaha, dan pemerintah dalam pengambilan keputusan berbasis data yang akurat dan real-time.
“Semoga pelaksanaan rakor tahun ini semakin mengukuhkan peran sektor pertanian sebagai penyangga perekonomian masyarakat serta mampu menjawab berbagai tantangan di sektor tanaman pangan dan hortikultura,” tandasnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi