Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

BAZNAS Palu Ubah Skema Bantuan, Tak Lagi Uang Tunai, Tapi Fokus Barang

Rina Khalik • Rabu, 29 April 2026 | 22:26 WIB
Drs H Muchlis A Mahmud. (RINA ABD HALIK)
Drs H Muchlis A Mahmud. (RINA ABD HALIK)
 
RADARPALU - Pemberdayaan pelaku usaha kecil di Kota Palu terus didorong melalui program bantuan produktif, salah satunya yang disalurkan oleh BAZNAS Kota Palu.
 
Ketua BAZNAS Kota Palu, Drs. H. Muchlis A. Mahmud, MM, menegaskan dalam beberapa waktu terakhir bantuan yang diberikan tidak lagi berfokus pada uang tunai, melainkan dalam bentuk barang yang langsung menunjang kebutuhan usaha masyarakat.
 
Kebijakan tersebut diambil setelah dilakukan evaluasi terhadap efektivitas bantuan sebelumnya.
 
Baca Juga: Distribusi Sempat Tersendat, Kini MinyaKita Normal Lagi di Pasaran Palu, Bulog: Harga Turun Sesuai HET
 
“Sekarang kami banyak beralih ke barang. Karena kami sudah evaluasi ketika diberikan uang, sepertinya uang itu tidak dipakai meningkatkan modal,” ujar Muchlis A Mahmud kepada Radar Palu saat ditemui pada Selasa (28/4/2026).
 
Ia menjelaskan, dengan peralihan kebijakan itu berbagai jenis bantuan telah disalurkan kepada pelaku usaha, mulai dari peralatan memasak seperti kompor, peralatan stainless, termos nasi, hingga bahan baku seperti beras dan tepung. 
 
Selain itu, ada pula bantuan untuk usaha lain seperti perbengkelan hingga perlengkapan menjahit.
 
Baca Juga: Nelayan Taipa Kota Palu Bersuara di DPRD, Aktivitas Tambang Dinilai Mengancam Ruang Hidup
 
“Kalau UKM itu diberikan sesuai kebutuhannya. Ada yang minta lemari jualan, ada yang minta bahan baku, ada juga yang usaha menjahit diberikan benang dan jarumnya,” jelasnya.
 
Muchlis menyebutkan, bantuan dalam bentuk barang dinilai lebih tepat sasaran karena langsung digunakan untuk menunjang usaha.
 
Hal ini berbeda dengan bantuan uang yang sebelumnya tidak menunjukkan peningkatan signifikan pada usaha penerima.
 
Baca Juga: DPRD Palu RDP Bersama Nelayan, Bahas Dampak Tambang di Teluk Palu
 
“Kalau diberikan uang, penjualannya tidak meningkat. Tapi kalau diberikan barang, itu langsung dipakai untuk usaha,” katanya.
 
Ia juga menegaskan, bahwa proses penyaluran bantuan dilakukan secara selektif. Calon penerima harus melengkapi persyaratan seperti surat keterangan dari Lurah, serta dilakukan peninjauan langsung ke lokasi usaha.
 
“Jadi kita langsung turun ke lapangan, kita perketat juga. Harus ada bukti usahanya, kita turun langsung lihat,” tegasnya.
 
Baca Juga: Prabowo Buka 13 Proyek Rp116 Triliun, Targetkan Kekayaan Indonesia Dinikmati Rakyat
 
Di sisi lain, BAZNAS juga masih menjalankan program Zmart yang merupakan hasil kerja sama dengan BAZNAS RI, dengan memberikan bantuan modal usaha kepada pelaku usaha kecil. Dalam program tersebut, pelaku UKM diberikan dana yang tidak perlu dikembalikan.
 
Muchlis menambahkan, saat ini pelaku usaha juga merupakan salah satu fokus dalam penyaluran bantuan BAZNAS, selain masyarakat kurang mampu dan kebutuhan sosial lainnya.
 
Hal ini dilakukan sebagai upaya mendorong peningkatan ekonomi masyarakat di Kota Palu.
“Dan syukurlah juga, kami ini banyak didatangi pelaku usaha itu, mereka sudah menyetor zakat malnya, zakat fitrahnya. Tahun ini semoga lebih meningkat dibanding tahun sebelumnya,” tandasnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi
#Ekonomi Palu #bantuan produktif #bantuan usaha kecil #UMKM Palu #BAZNAS Palu