RADARPALU - Distribusi MinyaKita ke sejumlah mitra Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah telah kembali berjalan, usai mengalami keterlambatan pada periode Maret hingga awal April 2026.
Menurut Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sulteng, Jusri, terlambatnya distribusi MinyaKita pada Maret hingga awal April dikarenakan saat itu Bulog tengah fokus pada persiapan penyaluran bantuan pangan dalam jumlah besar.
“Kami memang agak lambat menyalurkan minyak karena kami memang fokus dalam persiapan bantuan pangan. Itu jumlahnya besar,” ujar Jusri saat ditemui beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Nelayan Taipa Kota Palu Bersuara di DPRD, Aktivitas Tambang Dinilai Mengancam Ruang Hidup
Namun untuk saat ini lanjut Jusri, distribusi MinyaKita sudah kembali berjalan normal. Sehingga mempengaruhi dengan harga yang juga kembali normal di pasaran.
Maka olehnya itu, Kanwil Bulog Sulteng mengimbau kepada masyarakat luas untuk dapat membeli minyak kepada mitra Bulog, karena menawarkan harga yang lebih hemat dan terjangkau dari jenis minyak yang lain.
“Kami mengimbau masyarakat membeli di tempat-tempat yang telah ada spanduknya. Harganya lebih murah,” imbaunya.
Baca Juga: DPRD Palu RDP Bersama Nelayan, Bahas Dampak Tambang di Teluk Palu
Berdasarkan hasil pantauan yang di lakukan, salah seorang Mitra Bulog Sulteng, Ariani mengatakan bahwa saat ini memang Bulog telah kembali menyalurkan jenis MinyaKita kepada masing-masing mitra yang ada di Pasar tradisional di Kota Palu.
“Iya sudah ada masuk stok,” kata Ariani saat ditemui pada Selasa (28/4/2026).
Pada kesempatan itu, Ariani mengakui untuk stok yang diberikan akan masuk setiap satu minggu sekali dengan total 50 dus. “Kalau untuk harga per dusnya Rp174ribu, jadi kami jual dengan harga Rp15.700 per pcs,” ujarnya.
Senada dengan itu, Rusdin mitra bulog lainnya juga mengakui bahwa kini harga MinyaKita kemasan jenis bantal sudah kembali diangka Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah tetapkan oleh Bulog.
“Sudah di harga Rp15.700 untuk Minyakita kemasan yang bantal,” katanya.(rna)
Editor : Mugni Supardi