Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Kolaborasi Astra Agro dan CPOPC Gelar Pelatihan Berkebun yang Berkelanjutan Bagi Petani Sawit

Ismail Kamur • Selasa, 28 April 2026 | 14:32 WIB
Pelatihan Good Agricultural Practices (GAP) bagi petani sawit mandiri di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, pada 28–29 April 2026.(Dok)
Pelatihan Good Agricultural Practices (GAP) bagi petani sawit mandiri di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, pada 28–29 April 2026.(Dok)
 
RADARPALU - PT Astra Agro Lestari Tbk bersama Council of Palm Oil Producing Countries menggelar pelatihan Good Agricultural Practices (GAP) bagi petani sawit mandiri di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, pada 28–29 April 2026.
 
Langkah ini sebagai upaya mendorong peningkatan produktivitas sekaligus praktik perkebunan yang berkelanjutan bagi para petani.
 
Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan teknis sekaligus memperkuat pemahaman peserta terhadap pentingnya efisiensi dan keberlanjutan dalam pengelolaan kebun.
 
Baca Juga: Kemenkum Sulteng Dukung Penguatan Riset Daerah Berbasis Kekayaan Intelektual
 
Direktur Sustainability and Smallholder Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC), Antonius Yudi Triantoro, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas petani merupakan kunci dalam mendorong produktivitas sekaligus keberlanjutan industri kelapa sawit, khususnya bagi petani kecil yang menjadi bagian penting dalam rantai pasok global.
 
“Petani memiliki peran strategis dalam industri kelapa sawit dunia. Melalui pelatihan seperti ini, kami berharap para petani dapat meningkatkan praktik budidaya yang lebih baik, produktif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
 
Kepala Dinas Perkebunan dan Pertanian Kabupaten Pasangkayu, H. Abidin S.Pd., M.Si menyampaikan apresiasi atas pelatihan yang diberikan oleh CPOPC dan Grup Astra Agro Lestari. Ia menilai bahwa peningkatan kapasitas petani dinilai menjadi langkah strategis untuk mendorong produktivitas dan efisiensi.
 
Baca Juga: Polisi Tertibkan PETI di Tolitoli, Aktivitas Ilegal Dipastikan Nihil
 
“Pengembangan kapasitas petani melalui penerapan praktik budidaya yang baik menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing petani kita,” ujar Abidin.
 
Salah satu peserta pelatihan Idris Lambang dari Kelompok Tani Bina Bersama Lestari mengatakan bahwa kegiatan tersebut sangat membantu dalam menambah wawasan terkait praktik budidaya kelapa sawit yang baik dan berkelanjutan.
 
“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai petani. Kami jadi lebih paham bagaimana cara merawat sawit yang benar, mulai dari penanaman sampai perawatan, sehingga hasilnya bisa lebih maksimal,” ujarnya.
 
Baca Juga: Disorot Publik Usai Kecelakaan di Bekasi Timur, Green SM Kini Sampaikan Belasungkawa tapi Belum Minta Maaf
 
(Dok)
Pelatihan Good Agricultural Practices (GAP) bagi petani sawit mandiri di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, pada 28–29 April 2026.(Dok)
 
Hal selaras disampaikan oleh Manajemen PT Astra Agro Lestari Tbk wilayah Sulawesi Cahyo Kurniawan, yang menyebutkan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman petani terhadap praktik budidaya kelapa sawit yang baik dan berkelanjutan, sekaligus menegaskan bahwa peran petani sangat penting dalam ekosistem perkebunan sawit, khususnya di Sulawesi Barat.
 
“Kami mengundang para mitra dari kelompok tani di sekitar kebun, khususnya di Pasangkayu, sebagai bentuk kepedulian kami agar petani bisa memahami dan menerapkan praktik budidaya sawit yang baik dan benar, sehingga pelatihan ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menunjang produksi di kebun swadaya,” pungkasnya.
 
Untuk diketahui, Kabupaten Pasangkayu meraih penghargaan sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulbar pada Musrenbang RKPD 2027 (dilaksanakan April 2026), menunjukkan kinerja pembangunan yang impresif.
 
Baca Juga: Dari RSUD ke Jalan Raya: Kisah Duka Maba Untad yang Picu Kritik Kebijakan Kampus
 
Sektor perkebunan, terutama kelapa sawit (CPO dan turunannya), menjadi mesin utama penggerak ekonomi, menjadikan Pasangkayu penyumbang penting dalam pertumbuhan sektor pertanian Sulbar.(*)
Editor : Mugni Supardi
#CPOPC #pelatihan sawit #GAP sawit #petani sawit mandiri #astra agro lestari