RADAR PALU - Sorotan publik terhadap distribusi LPG 3 kilogram di Luwuk mendorong Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi membuka penjelasan resmi. Di tengah keluhan warga soal ketersediaan, perusahaan memastikan penyaluran masih berjalan rutin dengan skema berbasis kebutuhan riil.
Di wilayah Kabupaten Banggai, distribusi LPG subsidi dilakukan melalui jaringan agen dan pangkalan resmi. Rata-rata, sekitar 24 ton per hari disalurkan melalui enam agen aktif yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Yera Ichsana menegaskan, sistem distribusi telah dirancang menggunakan data konsumsi masyarakat agar penyaluran lebih merata.
Baca Juga: Usai Insiden KRL vs Argo Bromo Anggrek, Green SM Buka Suara dan Tutup Kolom Komentar Instagram
“Penyaluran dilakukan bertahap dan berkelanjutan di seluruh kecamatan. Setiap pangkalan menerima suplai rutin sesuai alokasi,” ujarnya.
Selain memastikan pasokan, Pertamina juga memperketat pengawasan di lapangan. Koordinasi dilakukan bersama Satgas dan pemangku kepentingan untuk meminimalkan potensi penyimpangan distribusi. Monitoring dilakukan tidak hanya secara fisik, tetapi juga melalui evaluasi data penyaluran secara berkala.
Lilik Hardiyanto menekankan bahwa distribusi LPG subsidi tidak bisa berjalan optimal tanpa pengawasan kolektif. “Perlu peran bersama, termasuk pemerintah daerah dan stakeholder, agar LPG 3 kg tepat sasaran dan bisa diakses masyarakat yang berhak,” katanya.
Baca Juga: Polda Sulteng Siaga Hadapi Dampak Gejolak Global dan May Day 2026
Pertamina turut mengingatkan warga agar membeli LPG 3 kg hanya di pangkalan resmi. Harga di luar jalur distribusi resmi berada di luar kendali perusahaan dan berpotensi tidak sesuai ketentuan.
Untuk menekan potensi pelanggaran, masyarakat diminta aktif melapor jika menemukan kendala distribusi. Pengaduan bisa disampaikan melalui Pertamina Call Center 135 sebagai saluran resmi.
Ke depan, Pertamina memastikan evaluasi distribusi akan terus dilakukan secara berkala guna menjaga stabilitas pasokan LPG di Banggai, sekaligus merespons dinamika kebutuhan di lapangan.***
Editor : Muhammad Awaludin