Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

OJK Luncurkan Program PINTAR Reksa Dana untuk Dorong Inklusi Keuangan

Rina Khalik • Senin, 27 April 2026 | 17:37 WIB
(dok ojk)
Peluncuran Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana (PINTAR Reksa Dana) di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Senin (27/4/2026). (dok ojk)

RADARPALU – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana (PINTAR Reksa Dana) sebagai upaya meningkatkan pendalaman pasar dan mendorong partisipasi masyarakat di pasar modal, khususnya melalui instrumen reksa dana.

Peluncuran program tersebut dilakukan di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Senin (27/4), oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Friderica menjelaskan, program tersebut sejalan dengan delapan rencana aksi reformasi integritas pasar modal Indonesia. Menurutnya, penguatan integritas tidak hanya didukung kualitas tata kelola, tetapi juga perluasan partisipasi masyarakat sebagai investor.

Baca Juga: 370 Huntap Duyu Masih Tertahan, Penlok Jadi Penentu Nasib Warga

“Program ini juga menjadi bagian dari reformasi sistemik untuk memperkuat peran pasar modal sebagai pilar pembiayaan jangka panjang bagi perekonomian nasional,” kata Friderica.

Sementara itu, Purbaya menyampaikan kondisi pasar modal Indonesia saat ini sudah membaik dan aman bagi investor untuk menambah investasinya, termasuk melalui program PINTAR Reksa Dana.

“Sekarang pengawasan di pasar modal sudah diperbaiki. Investasi Anda di pasar modal dijamin keamanannya. Pasar modal kita sudah memperbaiki integritasnya dengan baik, ke depan ini adalah tempat yang aman untuk berinvestasi,” ujarnya.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Poso Serahkan Santunan JKK kepada Ahli Waris Peserta BPU 70 Juta Rupiah

Menurutnya, tata kelola atau integritas merupakan hal mutlak dalam pengelolaan pasar modal Indonesia. Dengan pasar yang bersih, investor domestik akan merasa aman dan investor global akan melihat Indonesia sebagai tujuan investasi yang kredibel.

Airlangga Hartarto juga menyambut baik peluncuran program tersebut. Ia menilai program PINTAR Reksa Dana dapat mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk generasi muda.

“Pemerintah senantiasa berupaya untuk memperkuat perekonomian, salah satunya dengan memperluas akses pasar. Kami juga berharap pasar modal tidak hanya dibangun untuk hari ini tetapi untuk masa depan generasi muda. Pasar modal diharapkan dapat lebih inklusif dan tumbuh berkelanjutan,” kata Airlangga.

 

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan peluncuran Program PINTAR Reksa Dana menjadi momentum strategis untuk mendorong dan mempercepat inklusi investasi, khususnya di kalangan generasi muda.

“Pendalaman pasar harus dilakukan secara terintegrasi melalui upaya sinergi dari seluruh stakeholders. Program PINTAR Reksa Dana yang dikolaborasikan dengan Program SIMUDA merupakan langkah konkret untuk memperluas akses dan juga mendorong partisipasi masyarakat lebih luas termasuk investor pemula,” kata Hasan.

Ia menambahkan, OJK juga mendorong partisipasi aktif asosiasi dalam melakukan mekanisme self control serta mengenal perilaku market conduct sebagai bentuk pencegahan dini terhadap potensi praktik yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Baca Juga: Kejati Sulteng Naikkan Kasus Tambang Nikel Ilegal ke Penyidikan,13 Unit Mobil hingga Excavator Milik PT.C Diamankan

“Pendalaman pasar tidak hanya diukur dengan peningkatan jumlah investor, akan tetapi juga upaya memperkuat kualitas ekosistem pasar. Pelaku industri diharapkan terus berperan aktif sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat,” katanya.

Program PINTAR Reksa Dana diharapkan dapat berkembang menjadi program dan kampanye nasional yang dilaksanakan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam membangun kebiasaan berinvestasi sejak dini.

Menurut Hasan, pelaku industri yang telah berkomitmen untuk bergabung dalam program ini meliputi 30 manajer investasi dan 26 agen penjual reksa dana (APERD).

Baca Juga: Musrenbang Sulteng 2026: Gubernur Soroti Program Tak Tepat Sasaran, Target Kemiskinan Ditekan 5 Persen 

Peluncuran PINTAR Reksa Dana juga dilakukan bersamaan dengan pembukaan Pekan Reksa Dana 2026 yang diselenggarakan oleh APRDI dan berlangsung pada 25 April hingga 1 Mei 2026.

Ketua Presidium APRDI Lolita Lilana menyampaikan bahwa industri reksa dana masih membutuhkan inovasi dan kreativitas agar dapat membentuk produk yang diminati masyarakat. Dukungan dan insentif juga dinilai masih diperlukan untuk membangun budaya berinvestasi.

“Program PINTAR Reksa Dana diharapkan dapat menggerakkan masyarakat agar mulai berinvestasi rutin dan terencana untuk mencapai tujuan keuangan masa depan,” kata Lolita.

 

Ia menambahkan, dalam meningkatkan literasi masyarakat tentang reksa dana, APRDI bersama OJK dan SRO telah melakukan rangkaian edukasi di enam kota, yakni Surabaya, Semarang, Medan, Makassar, Bandung, dan Palembang, dengan menjangkau 250 jurnalis dan 2.500 mahasiswa.(*/rna)

Editor : Mugni Supardi
#PINTAR Reksa Dana #inklusi keuangan #OJK #investasi reksa dana Sulteng #Pasar Modal Indonesia