RADARPALU – PT. Bank Syariah Indonesia (BSI) Persero Tbk terus menggencarkan sosialisasi terkait investasi emas kepada masyarakat, termasuk di lingkungan instansi pemerintah kota maupun provinsi.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengedukasi sekaligus memperkenalkan BSI sebagai bank dengan predikat “Bank Emas” di Indonesia.
Manager Mikro dan Pawning BSI Area Palu, Inhar Ramli, mengungkapkan bahwa saat ini BSI telah mengantongi dua lisensi, yakni sebagai Bank Emas dan Bank Syariah. Sejak diresmikan sebagai Bank Emas, pihaknya kata Inhar Ramli terus melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat.
Baca Juga: BRI Palu Permudah Pembayaran PDAM, Kini Bisa Lewat BRImo
“Yang kita sosialisasikan itu terkait dengan BSI itu sendiri, termasuk peran kita sebagai Bank Emas. Kita edukasi masyarakat bagaimana cara berinvestasi emas, karena emas ini merupakan instrumen yang sangat aman,” ujar Inhar kepada Radar Palu saat ditemui pada Rabu (22/4/2026).
Ia menjelaskan, harga emas yang terus mengalami kenaikan menjadi salah satu daya tarik investasi, kini harga beli emas telah mencapai sekitar Rp2,8 juta per gram untuk produk BSI Gold, sementara harga jual emas mencapai Rp2,7 Juta per gram.
BSI sendiri memiliki tiga produk utama terkait emas, yakni gadai emas, cicil emas, dan tabungan emas. Dari ketiga produk tersebut, tabungan emas dinilai masih perlu lebih banyak disosialisasikan karena belum sepenuhnya dipahami masyarakat.
Baca Juga: Prediksi Elche vs Atletico: Tim Tamu Cari Pelampiasan?
“Kalau gadai dan cicil emas sudah familiar, tapi tabungan emas ini masih banyak yang belum tahu cara kerjanya. Ini yang kita dorong melalui sosialisasi,” katanya.
Melalui aplikasi BYOND by BSI, masyarakat dapat dengan mudah mengakses layanan tabungan emas, termasuk melakukan pembelian, penjualan, hingga transfer emas antar rekening.
Dari hasil sosialisasi yang dilakukan, BSI mencatat peningkatan signifikan pada portofolio emas, khususnya di wilayah Kota Palu.
“Perkembangannya luar biasa. Setiap kali kita lakukan sosialisasi, pasti ada closing. Bahkan kemarin itu bisa sampai 500 gram, baik dari tabungan maupun cicil emas,” ungkap Inhar.
Selain menyasar masyarakat umum, BSI juga fokus pada generasi milenial dan Gen Z. Menurut Inhar, segmen ini memiliki potensi besar karena kemudahan akses dan nominal investasi yang terjangkau.
“Dengan Rp50 ribu saja sudah bisa mulai menabung emas. Ini yang kita edukasi ke anak-anak muda, bahwa mereka bisa menyisihkan uang jajan untuk investasi,” ujarnya.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Digeber, Mensos Sebut Sulteng Contoh Kolaborasi Terbaik
Ia menambahkan, tren kenaikan harga emas juga menjadi motivasi tersendiri bagi generasi muda untuk mulai berinvestasi.
Untuk tabungan emas di BSI, minimal setoran adalah Rp50 ribu atau setara dengan sekitar 0,02 gram emas. Nominal tersebut menjadi batas minimum untuk setiap transaksi pembelian emas.
Dengan berbagai kemudahan tersebut, BSI optimistis minat masyarakat terhadap investasi emas akan terus meningkat, terutama di kalangan generasi muda.
Baca Juga: Sulteng Jadi Percontohan Nasional, Program Sekolah Rakyat Dipuji Mensos
“Misalnya kemarin beli satu gram, hari ini sudah naik Rp30 ribu. Ini yang kita sampaikan agar mereka semakin tertarik,” tandasnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi