RADARPALU – PT Pegadaian Kantor Area Palu bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mendorong penguatan ketahanan ekonomi keluarga melalui program Keluarga Emas.
Program ini merupakan bagian dari kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) dengan PT. Pegadaian Sulawesi Tengah.
Deputy Bisnis PT Pegadaian Kantor Area Palu, Putra Aspin Rahmatullah, menjelaskan bahwa dalam kerja sama tersebut terdapat sejumlah poin penting yang disepakati antara kedua pihak.
"Salah satu yang paling utama adalah program Keluarga Emas. Program ini diinisiasi oleh Pegadaian dan Pemprov Sulawesi Tengah, di mana setiap kepala keluarga didorong untuk berani melakukan investasi minimal 1–2 gram emas per tahun," ujar Putra kepada Radar Palu saat ditemui pada Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, program tersebut bertujuan untuk memperkuat ketahanan keluarga, khususnya dalam hal manajemen keuangan. Investasi emas diharapkan dapat menjadi cadangan keuangan maupun modal usaha bagi keluarga di Sulawesi Tengah.
Ia menambahkan, program ini memiliki keterkaitan erat dengan pemberdayaan perempuan. Hal ini karena peran pengelolaan keuangan dalam keluarga umumnya dipegang oleh ibu rumah tangga.
Baca Juga: Beda Nasib dengan Tim Senior, Real Madrid U-19 Juara Eropa Usai Kalahkan Club Brugge
"Bendahara dalam keluarga itu adalah ibu-ibu. Jadi diharapkan melalui dinas pemberdayaan perempuan, mereka bisa memanajemen keuangan sejak awal, sekaligus mendidik anak-anak untuk menabung dan berinvestasi secara konsisten meskipun dengan nominal kecil," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa program Keluarga Emas juga berdampak pada aspek pendidikan anak di masa depan.
Dengan pengelolaan keuangan yang baik, keluarga diharapkan memiliki kesiapan dalam memenuhi kebutuhan pendidikan.
Program ini, kata dia, akan terus menjadi prioritas dan dijalankan secara bertahap, dimulai dari internal Pegadaian hingga ke masyarakat luas, termasuk di wilayah desa tertinggal.
"Kalau sudah ada penghasilan tetapi tidak tahu diinvestasikan ke mana, itu bisa menjadi masalah ke depan. Berdasarkan data, masih banyak ibu-ibu yang cenderung konsumtif. Padahal seharusnya penghasilan bisa disisihkan untuk investasi pendidikan anak," ungkapnya.
Ia berharap ke depan sinergi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk Provinsi Sulawesi Tengah terus terjalin dalam mendukung keberhasilan program tersebut.
Baca Juga: PBG-BPHTB Gratis untuk Warga Miskin, Mendagri: Bangun Rumah, PAD Daerah Ikut Naik
"Harapannya dimulai dari ibu-ibu sebagai pengelola keuangan keluarga. Ketika sudah paham dan mampu memanajemen keuangan, maka kebutuhan masa depan keluarga bisa lebih terjamin," tandasnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi