Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

BEI Sulteng dan APINDO Gelar Sekolah Pasar Modal, Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas Investasi

Talib • Senin, 20 April 2026 | 16:26 WIB
BEI Sulteng bersama APINDO Sulteng menggelar Sekolah Pasar Modal bertema Level-Up Investasi untuk edukasi pelaku usaha. (Istimewa)
BEI Sulteng bersama APINDO Sulteng menggelar Sekolah Pasar Modal bertema Level-Up Investasi untuk edukasi pelaku usaha. (Istimewa)

 

RADAR PALU - Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Tengah berkolaborasi dengan Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) APINDO Sulawesi Tengah menggelar kegiatan Sekolah Pasar Modal bertajuk Level-Up Investasi dengan Mengenal Instrumen Pasar Modal, sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan dan investasi di kalangan pelaku usaha.

Kegiatan tersebut dibuka Ketua DPP APINDO Sulawesi Tengah, Wijaya Chandra, yang diwakili Wakil Ketua APINDO Sulteng, Udin Salim SH.

Dari pihak BEI Sulawesi Tengah hadir Kepala Wilayah Kantor Perwakilan BEI Sulteng, Putri Irnawati, serta Deputi Kepala Wilayah BEI Sulawesi Tengah, Dewi Nur.

Baca Juga: Pasar Modal Jadi Alternatif Pendanaan dan Investasi

Sementara itu, materi utama disampaikan William dari Stockbit Sekuritas Jakarta yang memberikan pemahaman mengenai peluang investasi dan perkembangan pasar modal nasional.

Wakil Ketua APINDO Sulteng Udin Salim berharap para peserta dapat memanfaatkan kegiatan tersebut secara maksimal agar memiliki pemahaman yang tepat sebelum berinvestasi.

“Tujuan kegiatan ini agar para pelaku usaha yang tergabung dalam APINDO tidak salah pilih dalam menentukan instrumen investasi,” ujar Udin Salim.

Baca Juga: Menata Palu, Menyalakan Harapan

BEI Sulteng bersama APINDO Sulteng menggelar Sekolah Pasar Modal bertema Level-Up Investasi untuk edukasi pelaku usaha. (Istimewa)
BEI Sulteng bersama APINDO Sulteng menggelar Sekolah Pasar Modal bertema Level-Up Investasi untuk edukasi pelaku usaha. (Istimewa)

 

Dalam pemaparannya, Dewi Nur menjelaskan bahwa pasar modal merupakan tempat bertemunya pihak yang membutuhkan pendanaan dan investor melalui perdagangan surat berharga, seperti saham dan obligasi.

Ia merinci sejumlah produk investasi utama di pasar modal Indonesia, di antaranya saham, obligasi, reksa dana, exchange traded fund (ETF), derivatif, serta efek beragun aset (EBA). 

Seluruh instrumen tersebut berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan diperdagangkan melalui Bursa Efek Indonesia.

Baca Juga: Kumpulkan OPD, Gubernur Anwar Hafid Minta Hak Honorer Segera Diselesaikan

Menurut Dewi, pemahaman dasar sangat penting sebelum masyarakat membeli saham. Ia memperkenalkan konsep 3P, yakni Paham, Punya, Pantau.

“Pahami dulu sebelum membeli. Saya lebih senang kalau ada pertanyaan belum beli saham karena belum paham,” kata Dewi dihadapan pengurus Apindo Sulteng itu.

Selain itu, peserta juga diberikan edukasi mengenai pentingnya Single Investor Identification (SID) sebagai identitas tunggal investor yang diterbitkan KSEI dan menjadi syarat utama untuk bertransaksi di pasar modal.

Baca Juga: Waspada PMK! Barantin Perketat Pengiriman Sapi Kurban ke Samarinda hingga Balikpapan

Melalui kegiatan ini, BEI Sulteng dan APINDO berharap semakin banyak pelaku usaha daerah yang melek investasi, mampu mengelola dana secara produktif, serta memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif pengembangan aset dan pendanaan usaha. ***

Editor : Talib
#APINDO Sulteng #investasi #BEI Sulteng #Pasar Modal