RADAR PALU – PT Pegadaian Cabang Palu Timur mengintensifkan edukasi literasi keuangan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Sulawesi Tengah melalui program bertajuk “Mengemaskan”, sebagai upaya mendorong perubahan pola pengelolaan keuangan dari konsumtif menjadi produktif.
Kegiatan yang digelar di Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (15/4), mengangkat tema “Rencanakan Keuangan Matang, Masa Depan Lebih Tenang” dan diikuti oleh sejumlah pegawai serta perwakilan masyarakat.
Hadir pada kegiatan tersebut
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Dr. Darlina Ayu Sunusi S.T.P M.P.
Baca Juga: Bazar Emas Pegadaian di HUT ke-62 Sulteng Dorong Transaksi dan Akses Investasi Masyarakat
Manager Bisnis Pegadaian Cabang Palu Timur, James Loudy Nelwan, mengatakan bahwa gerakan “Mengemaskan” merupakan ajakan untuk menjadikan investasi, khususnya emas, sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat dan ASN.
Menurutnya, kebiasaan belanja yang selama ini identik dengan gaya hidup modern perlu diarahkan menjadi kebiasaan menyisihkan dana secara rutin untuk investasi jangka panjang.
“Kalau dulu gaya hidup identik dengan belanja, sekarang kita dorong ASN untuk mulai berinvestasi, minimal dari nominal kecil tetapi konsisten,” ujarnya.
Baca Juga: Pegadaian Talise Edukasi Investasi Emas di Untad, Dorong Mahasiswa Melek Keuangan
Dalam pemaparannya, Pegadaian menjelaskan bahwa investasi merupakan upaya menempatkan dana saat ini guna memperoleh manfaat di masa depan.
Instrumen investasi pun beragam, mulai dari deposito, reksa dana, saham, properti hingga logam mulia.
Namun demikian, masyarakat dan ASN diingatkan untuk memperhatikan sejumlah faktor penting sebelum berinvestasi, yakni tujuan keuangan, jangka waktu, profil risiko, serta legalitas lembaga yang harus berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga: Pegadaian Ramaikan Semarak Sulteng Nambaso, Tawarkan Gadai hingga Investasi Emas
Pegadaian juga menyoroti perbedaan antara menabung uang dan menabung emas.
Nilai uang cenderung tergerus inflasi dari waktu ke waktu, sementara emas dinilai sebagai aset safe haven yang relatif stabil dan mampu menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang.
“Uang tetap dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi emas bisa menjadi pelindung nilai aset di masa depan. Keduanya bisa berjalan beriringan,” jelas James.
Untuk memudahkan akses masyarakat, Pegadaian menyediakan sejumlah produk investasi emas, seperti Tabungan Emas yang dapat dimulai dari 0,01 gram, Cicil Emas dengan sistem angsuran tetap, Arisan Emas berbasis kelompok, hingga layanan Gadai Emas sebagai solusi kebutuhan dana cepat tanpa harus menjual aset.
Baca Juga: Pegadaian Dorong Investasi Emas untuk Tekan Stunting di Sulteng
Program ini menyasar berbagai segmen, mulai dari ibu rumah tangga, pelaku UMKM, aparatur sipil negara, hingga generasi muda.
Sebagai bagian dari kampanye tersebut, Pegadaian juga membuka layanan di 12 cabang se-Sulawesi Tengah selama April dengan promo pembukaan Tabungan Emas tanpa biaya administrasi. Masyarakat cukup membawa KTP dan melakukan setoran awal.
Melalui gerakan ini, Pegadaian berharap masyarakat semakin sadar pentingnya perencanaan keuangan yang matang sehingga mampu menghadapi kebutuhan mendesak sekaligus membangun masa depan yang lebih stabil. ***
Editor : Talib