RADAR PALU — Kegiatan Bazar Emas yang digelar PT Pegadaian di Jodjokodi Convention Center (JCC) menjadi salah satu daya tarik dalam perayaan HUT ke-62 Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Program ini tidak hanya ramai pengunjung, tetapi juga mendorong transaksi ekonomi masyarakat secara langsung.
Deputi Bisnis Pegadaian Area Palu, Putera Aspin Rahmatullah menjelaskan sejumlah layanan yang ditawarkan dalam bazar tersebut, mulai dari pencucian emas gratis, penjualan perhiasan hasil lelang, hingga pembukaan tabungan emas melalui aplikasi digital.
Baca Juga: Pegadaian Talise Edukasi Investasi Emas di Untad, Dorong Mahasiswa Melek Keuangan
“Untuk kami laporkan terdapat hasil penjualan barang lelang yang laku secara cash dan juga kemudahan masyarakat memiliki emas melalui mekanisme cicil,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Ia menambahkan, kehadiran Pegadaian dalam expo ini melibatkan lima cabang di Kota Palu, yakni Cabang Talise, Palu Timur, Palu Selatan, Palu Barat, dan Palu Plaza, yang secara bergilir mengisi stand selama kegiatan berlangsung.
Menurut Putra Aspin R bahwa, skema cicilan dan tabungan emas memberikan alternatif investasi yang lebih inklusif bagi masyarakat. Dengan setoran mulai Rp10.000, masyarakat sudah dapat menabung emas tanpa harus membeli secara tunai.
Baca Juga: Pegadaian Ramaikan Semarak Sulteng Nambaso, Tawarkan Gadai hingga Investasi Emas
“Ini memudahkan masyarakat, tidak harus punya uang besar untuk mulai investasi. Bisa dicicil atau ditabung sedikit demi sedikit,” kata Aspin dibenarkan Pimpinan Cabang Pegadaian Talise, Melky Onsik.
Secara lebih luas, kehadiran bazar emas Pegadaian turut memperkuat ekosistem ekonomi lokal yang dibangun dalam rangkaian HUT Sulteng.
Puluhan pelaku UMKM yang berpartisipasi merasakan peningkatan transaksi seiring tingginya kunjungan masyarakat ke lokasi acara.
Selain Pegadaian, layanan publik seperti Samsat juga membuka gerai pembayaran pajak kendaraan di area JCC, sehingga mempermudah masyarakat mengakses layanan sekaligus menjaga perputaran uang tetap berada di daerah.
Kombinasi antara layanan keuangan, fasilitas publik, dan aktivitas UMKM menciptakan efek pengganda ekonomi.
Transaksi yang terjadi tidak hanya berdampak pada pelaku usaha langsung, tetapi juga menggerakkan sektor pendukung seperti pemasok bahan baku, logistik, hingga jasa lainnya.
Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini 30 Maret 2026, UBS-Antam Tak Bergerak
Momentum perayaan HUT ke-62 ini pun menunjukkan bahwa event daerah dapat menjadi instrumen strategis untuk mendorong inklusi keuangan dan memperkuat ekonomi berbasis masyarakat, bukan sekadar agenda seremonial tahunan. ***
Editor : Talib