Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

AirAsia Stop Rute Palu–Luwuk, Akses Udara Sulteng Terpukul

Talib • Kamis, 16 April 2026 | 15:02 WIB
Ilustrasi pesawat AirAsia
Ilustrasi pesawat AirAsia

 

RADAR PALU - AirAsia Indonesia menghentikan sementara penerbangan ke Palu dan Luwuk hingga 22 Mei 2026, memukul konektivitas udara Sulawesi Tengah. 

Informasi ini disampaikan melalui rilis statistik “Stats Palu”. Selain AirAsia, Citilink juga menutup sementara rute Ujung Pandang–Palu (UPG–PLW) hingga akhir Mei 2026. 

Penghentian rute dipicu lonjakan harga avtur serta rendahnya tingkat keterisian penumpang (load factor). Kondisi ini membuat operasional maskapai dinilai tidak ekonomis untuk sementara waktu. 

Baca Juga: Kenapa Laporan Keuangan Wajib Ada dalam Pelaporan SPT Tahunan Badan?

Rute Palu dan Luwuk selama ini bergantung pada maskapai berbiaya rendah untuk menjaga frekuensi penerbangan. Ketika dua maskapai sekaligus menghentikan layanan, dampaknya langsung terasa pada mobilitas warga dan distribusi barang. 

Penghentian ini berpotensi menaikkan harga tiket penerbangan karena berkurangnya pilihan maskapai. Selain itu, aktivitas perjalanan dinas, pariwisata, hingga logistik berisiko terganggu. 

Pelaku usaha lokal diperkirakan ikut terdampak, terutama sektor perhotelan dan UMKM yang mengandalkan kunjungan dari luar daerah. Akses ke wilayah timur seperti Luwuk juga menjadi lebih terbatas. 

Baca Juga: Di Balik Pemusnahan 1 Kg Sabu, Kejari Sigi Tekankan Aksi Nyata Penegakan Hukum

Dengan berkurangnya penerbangan langsung, masyarakat kemungkinan akan bergantung pada rute transit melalui Makassar atau kota lain. Hal ini membuat waktu tempuh lebih panjang dan biaya perjalanan meningkat. 

Situasi ini juga membuka risiko ketimpangan konektivitas antarwilayah di Sulawesi Tengah, terutama bagi daerah yang belum memiliki banyak pilihan transportasi alternatif. 

Penghentian ini bersifat sementara hingga evaluasi operasional selesai. Maskapai akan menilai kembali kelayakan rute berdasarkan harga bahan bakar dan permintaan pasar. 

Jika kondisi belum membaik, potensi perpanjangan penghentian rute tetap terbuka. Pemerintah daerah diharapkan segera merespons dengan mencari solusi agar konektivitas udara tetap terjaga.***

Editor : Muhammad Awaludin
#airAsia #rute penerbangan #avtur mahal #Bandara Palu #Citilink