Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Bulog Tinjau Serapan Gabah di Sienjo, Dorong Kualitas dan Akselerasi Pengadaan

Rina Khalik • Rabu, 15 April 2026 | 09:12 WIB
Peninjauan langsung penyerapan gabah di Sulawesi Tengah tepatnya di penggilingan Makloon di Desa Sienjo, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (14/4/2026).(DOK Bulog Sulteng)
Peninjauan langsung penyerapan gabah di Sulawesi Tengah tepatnya di penggilingan Makloon di Desa Sienjo, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (14/4/2026).(DOK Bulog Sulteng)

RADARPALU – Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto meninjau langsung penyerapan gabah di Sulawesi Tengah dengan mengunjungi mitra penggilingan makloon di Desa Sienjo, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (14/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Prihasto didampingi Kepala Divisi Pengadaan Perum Bulog Elis Nurhayati serta Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Sulteng, Jusri bersama jajaran.

Di lokasi, Prihasto berdialog dengan mitra penggilingan dan para petani. Ia juga menyosialisasikan arahan Presiden terkait swasembada pangan berkelanjutan melalui langkah nyata penyerapan pangan di seluruh wilayah.

Baca Juga: Buku Kamus Bergambar Bahasa Dampelas Bantu Guru Mengajar, Sekolah Dorong Pelestarian Bahasa Daerah

Prihasto mengapresiasi kualitas gabah di Sienjo. Meski demikian, ia menekankan pentingnya peningkatan metode teknis di tingkat penggilingan agar menghasilkan gabah dengan kualitas yang lebih baik.

Ia berharap kehadiran tim dari pusat dapat mendorong percepatan penyerapan gabah dan beras di Sulawesi Tengah.

Upaya ini dilakukan dengan mengoptimalkan pengadaan melalui mitra penggilingan serta memaksimalkan seluruh potensi yang ada.

Baca Juga: Semarak Sulteng Nambaso, Kemenkum Hadirkan Layanan Hukum Terpadu untuk Warga

“Kami mendorong bagaimana memaksimalkan gabah di Sulteng. Insyaallah dengan kita semua berada di sini, semoga meroket penyerapannya. Kita terus menggalakkan arahan Bapak Presiden untuk swasembada pangan berkelanjutan,” ujar Prihasto.

Menurutnya, penyerapan pangan dengan mutu terbaik telah diatur dalam Inpres Nomor 6 Tahun 2025 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah.

Regulasi tersebut menekankan pentingnya kualitas agar cadangan beras pemerintah dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

 

Prihasto juga mengimbau agar kualitas gabah tetap dijaga, mulai dari proses panen hingga pascapanen. Ia meminta jajaran Bulog Kanwil Sulteng untuk aktif memantau kondisi di lapangan serta mengedukasi petani agar memanen padi pada umur yang tepat.

Selain itu, penggunaan mesin saat panen juga menjadi perhatian. Ia menekankan agar blower pada mesin panen tetap dioperasikan guna menjaga kualitas gabah.

“Hal ini agar kualitas panen tetap terjaga, gabah tetap bagus, dan tidak merugikan salah satu pihak,” jelasnya.

Baca Juga: Bansos 2026 Diperbarui, 25 Ribu Masuk, 11 Ribu Dicoret

Sementara itu, Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Sulteng, Jusri, mengatakan pihaknya terus melakukan langkah konkret melalui kunjungan ke sentra-sentra produksi.

“Serapan domestik terus kita kebut. Kunjungan-kunjungan strategis juga kami lakukan agar petani lebih dekat dengan Perum Bulog. Mereka memiliki wadah untuk menjual hasil panen dengan harga yang relatif stabil sesuai ketetapan pemerintah,” pungkas Jusri.(*/rna)

Editor : Mugni Supardi
#Bulog Sulteng #Sienjo Parigi Moutong #pengadaan beras #swasembada pangan #serapan gabah