Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Tekan Kemiskinan Ekstrem, Cikasda Sulteng Libatkan 168 Warga Lewat Program Padat Karya

Rina Khalik • Selasa, 14 April 2026 | 15:27 WIB
Kepala Dinas Cikasda Provinsi Sulawesi Tengah, Andi Ruly Djanggola.(RINA ABD HALIK)
Kepala Dinas Cikasda Provinsi Sulawesi Tengah, Andi Ruly Djanggola.(RINA ABD HALIK)
RADARPALU – Upaya menekan angka kemiskinan ekstrem di Sulawesi Tengah terus didorong melalui berbagai program strategis.
Salah satunya dilakukan Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) Sulteng melalui program padat karya berbasis pemeliharaan jaringan irigasi.
Program tersebut menyasar masyarakat miskin ekstrem desil satu berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Hingga 2025 dan berlanjut di 2026, sebanyak 168 warga telah dilibatkan dan mendapatkan tambahan penghasilan dari kegiatan tersebut.

Baca Juga: Longsor Putus Akses Jalan Penghubung Tiga Kecamatan

Kepala Dinas Cikasda Sulteng, Andi Ruly Djanggola, mengatakan program ini merupakan tindak lanjut arahan gubernur agar anggaran daerah difokuskan langsung pada penanganan kemiskinan.
“Kami ubah pola sebelumnya. Kalau dulu pemeliharaan irigasi dilakukan kelompok tani, sekarang kami libatkan masyarakat miskin ekstrem agar mereka juga mendapat penghasilan,” ujarnya saat jumpa pers di Kantor Bappeda Sulteng, Selasa (14/4).
Melalui skema padat karya tersebut, para peserta memperoleh upah sekitar Rp650 ribu per bulan. Meski nominalnya tidak besar, program ini dinilai mampu membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menjadi stimulus agar masyarakat keluar dari kategori miskin ekstrem.

Baca Juga: FKPA Dikukuhkan, Sulteng Perkuat Peran Adat dalam Pembangunan

“Harapannya mereka tidak lagi masuk dalam kategori miskin ekstrem ke depan,” katanya.
Untuk memastikan program tepat sasaran, Cikasda menggandeng Universitas Tadulako (Untad) melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mahasiswa dilibatkan dalam proses identifikasi dan pendataan masyarakat yang layak menjadi peserta program.
Langkah ini dinilai penting agar intervensi pemerintah benar-benar menyentuh kelompok yang membutuhkan, sekaligus memperkuat validitas data di lapangan.
Baca Juga: NasDem Sulteng Serahkan Pernyataan Sikap ke PWI, Nilam Sari Lawira Soroti Pemberitaan Tempo
Selain berdampak pada aspek sosial, program ini juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas infrastruktur irigasi.
Hal itu tercermin dari Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI) yang meningkat dari 68 menjadi 86.
Dengan pendekatan yang menggabungkan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat, pemerintah berharap penanganan kemiskinan ekstrem dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga bagaimana program pemerintah bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutupnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi
#kemiskinan ekstrem Sulteng #program padat karya #irigasi Sulteng #CIKASDA Sulteng