RADAR PALU — Harga cabai di pasar tradisional Sulawesi Tengah turun tajam per 10 April 2026, sementara minyak goreng dan gula pasir justru mengalami kenaikan.
Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) menunjukkan penurunan paling mencolok terjadi pada kelompok cabai.
Cabai rawit merah anjlok 20,99 persen menjadi Rp 80.000 per kilogram. Disusul cabai rawit hijau turun 13,89 persen ke Rp 77.500 per kilogram.
Baca Juga: Kementan Tetapkan HAP, Harga Kedelai Dijaga Stabil
Cabai merah besar juga turun 6,44 persen menjadi Rp 36.300 per kilogram. Sementara cabai merah keriting melemah tipis 1,66 persen ke Rp 35.650 per kilogram.
Bawang dan Ayam Ikut Turun
Selain cabai, harga bawang merah turun 2,28 persen menjadi Rp 53.650 per kilogram. Bawang putih bertahan di Rp 45.000 per kilogram.
Harga daging ayam ras segar juga turun 4,76 persen menjadi Rp 38.000 per kilogram.
Penurunan ini dinilai dipicu meningkatnya pasokan di pasar, khususnya komoditas hortikultura.
Baca Juga: Cabai Rawit Rp81 Ribu di Sulteng, Beras Masih Stabil
Beras Stabil, Minyak Naik
Untuk beras, seluruh kualitas masih stabil. Beras medium I tetap di Rp 15.000 per kilogram, sementara beras super di Rp 16.250 per kilogram.
Di sisi lain, harga kebutuhan pokok lain mulai merangkak naik.
Gula pasir lokal naik 1,32 persen menjadi Rp 19.250 per kilogram. Minyak goreng curah naik 1,14 persen ke Rp 17.750 per kilogram.
Minyak goreng kemasan juga naik, masing-masing di angka Rp 23.250 per kilogram.
Daya Beli Jadi Sorotan
Untuk komoditas protein, harga daging sapi tetap Rp 150.000 per kilogram, dan telur ayam ras stabil di Rp 36.950 per kilogram.
Fluktuasi ini memberi dampak langsung ke daya beli masyarakat. Turunnya harga cabai bisa meringankan pengeluaran rumah tangga, namun kenaikan minyak goreng tetap menjadi beban.
Pemerintah daerah diharapkan terus memantau distribusi dan pasokan agar harga tetap terkendali di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.***
Editor : Muhammad Awaludin