RADARPALU – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tengah mulai mendorong hasil pembinaan warga binaan agar memiliki nilai ekonomi dan mampu bersaing di pasar.
Hal ini terlihat dalam kegiatan pameran bertajuk Gerakan Cinta Produk Narapidana yang digelar di Lapas Kelas IIA Palu, Jumat (10/4/2026), sebagai bagian dari rangkaian Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Irpan, menegaskan bahwa produk warga binaan tidak hanya untuk konsumsi internal, tetapi harus mampu menembus pasar luas.
Baca Juga: Polemik Disiplin Dosen Fakultas Hukum Berakhir, Rektor Untad Cabut SP-1 Empat Dosen
“Kita dorong agar hasil pembinaan tidak berhenti di dalam, tapi bisa terhubung dengan pasar. Ini bagian dari membangun kemandirian warga binaan,” ujarnya.
Beragam produk dipamerkan, mulai dari kerajinan rotan, kain tenun Donggala, kerajinan kayu, hingga produk olahan seperti bawang goreng, keripik pisang, dan sambal roa.
Kegiatan ini juga membuka ruang transaksi langsung antara pengunjung dan peserta, sebagai langkah awal memperkenalkan produk warga binaan ke pasar.
Baca Juga: 2.284 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Muhammad Akmal, menilai produk tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang lebih luas.
“Produk-produk ini punya peluang untuk bersaing, bahkan hingga ke pasar internasional,” ungkapnya.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemasyarakatan dalam membangun ekosistem pembinaan berbasis produktivitas yang berkelanjutan dan berdampak ekonomi.(*)
Editor : Mugni Supardi