Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Lonjakan Wisatawan saat Libur Panjang, Sektor Kuliner dan Transportasi Sulteng Terdongkrak

Rina Khalik • Kamis, 9 April 2026 | 19:43 WIB
Salah satu destinasi wisata di Kabupaten Donggala yang selalu ramai di hari libur.(MUGNI SUPARDI)
Salah satu destinasi wisata di Kabupaten Donggala yang selalu ramai di hari libur.(MUGNI SUPARDI)

RADARPALU - Libur panjang yang bertepatan dengan kebijakan work from anywhere (WFA) dipastikan membawa dampak signifikan terhadap sektor pariwisata di Sulawesi Tengah.

Hal itu diakui oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah, Diah Agustiningsih.

Kata Diah Agustiningsih, adanya peningkatan jumlah wisatawan ini paling terasa pada sektor makan minum serta jasa transportasi.

Baca Juga: Inkubator Bisnis Jadi Andalan, Pendampingan Pelaku Usaha di Palu Terus Digenjot

“Yang paling kena dampak itu pasti makan minum dan jasa transportasi,” ujar Diah Agustiningsih saat ditemui pada Kamis (9/4/2026).

Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan angka pasti terkait peningkatan tersebut.

Saat ini, data masih dalam tahap pengumpulan oleh bidang pemasaran, baik dari sisi kontribusi terhadap PDRB maupun jumlah kunjungan wisatawan di berbagai destinasi.

Baca Juga: Sudah Dibangun, Banyak Gerai Koperasi di Sulteng Belum Beroperasi

Diah menjelaskan, lonjakan wisatawan terlihat di sejumlah pintu masuk utama, seperti Bandara Internasional Mutiara Sis Al-Jufri di Palu dan jalur masuk wilayah Banggai. 

Salah satu destinasi seperti di Kabupaten Donggala, juga menjadi salah satu wilayah yang terdampak dengan meningkatnya kunjungan.

“Dengan meningkatnya pengunjung, tentu ekonomi juga ikut bergerak, terutama dari aktivitas wisata dan kuliner,” tambahnya.

 

Ia optimistis jumlah kunjungan wisatawan pada libur panjang kali ini lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.

Hal ini dipengaruhi durasi libur yang lebih panjang, yang merupakan rangkaian dari libur Hari Raya Nyepi hingga periode long weekend berikutnya.

Ke depan, Dinas Pariwisata berharap adanya penguatan kolaborasi antar pelaku pariwisata, mulai dari jasa transportasi, pelaku usaha kuliner, hotel, asosiasi travel, hingga pemandu wisata.

Baca Juga: Garuda Indonesia : Harga Tiket Rute Palu Naik Rp300 hingga Rp500 Ribu

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menciptakan pengalaman wisata yang terintegrasi dan berkesan bagi wisatawan.

Selain itu, pihaknya juga tengah mengembangkan sistem informasi digital pariwisata yang akan menampung berbagai kebutuhan wisatawan, mulai dari informasi destinasi, kuliner, akomodasi, hingga jasa transportasi.

“Kita ingin memberikan kemudahan akses informasi bagi wisatawan, sehingga mereka bisa menikmati pengalaman berlibur yang lebih nyaman dan lengkap di Sulawesi Tengah,” jelasnya.

Baca Juga: Sampesuvu Cup IX Palu Diikuti 1.120 Pelajar

Sebagai bentuk dukungan promosi, Dinas Pariwisata juga aktif membuat konten video promosi destinasi yang disebarluaskan melalui platform digital, termasuk media sosial.

Ke depan, pihaknya juga berencana menggandeng influencer, baik lokal, nasional, hingga internasional, untuk memperluas jangkauan promosi pariwisata daerah.

“Dukungan kami adalah membantu mempromosikan destinasi agar semakin dikenal dan diminati wisatawan,” pungkasnya.(rna)

Editor : Mugni Supardi
#wisata Sulteng 2026 #lonjakan wisatawan #libur panjang WFA #kuliner Sulteng #Pariwisata Sulawesi Tengah