RADARPALU - Pendampingan bagi pelaku usaha di Kota Palu terus dilakukan, terutama melalui program inkubator bisnis (INBIS) yang masuk dalam program Wali Kota.
Menurut Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu di Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagind) Kota Palu, Amsal, bahwa kegiatan pendampingan ini telah berjalan cukup lama dan beragam.
“Yang sudah kami lakukan sebenarnya banyak, bisa dibilang banyak. Di kami itu hampir tiap tahun ada kegiatan pelatihan, walaupun jangka waktunya tidak banyak, sehari dua hari. Tahun ini juga ada kegiatan pelatihan untuk pengembangan SDM dari teman-teman pelaku usaha,” ujar Amsal saat ditemui pada Kamis (9/4/2026).
Baca Juga: Sudah Dibangun, Banyak Gerai Koperasi di Sulteng Belum Beroperasi
Selain pelatihan, pendampingan juga dilakukan melalui inkubator bisnis. “Kalau tidak ter-cover dalam program pelatihan, bisa di-cover lewat jalur pendampingan lewat inkubator bisnis, lewat INBIS,” tambahnya.
Amsal menjelaskan, pendampingan yang diberikan mencakup berbagai aspek manajemen usaha, seperti manajemen keuangan, pemasaran, produksi, pengelolaan bahan baku, penyimpanan, layout tempat produksi, dan pengaturan ruang gerak agar lebih efisien.
Namun, menurutnya, tantangan utama adalah terkait pengembangan sumber daya manusia (SDM). Sebagian besar pelaku usaha rata-rata sudah berusia di atas 40 hingga 50 tahun.
Baca Juga: Garuda Indonesia : Harga Tiket Rute Palu Naik Rp300 hingga Rp500 Ribu
“Harapannya, meskipun usianya sudah diatas 40an, paling tidak anak atau keluarga yang mendampingi bisa meneruskan usaha. Ada juga pelaku usaha yang usianya sudah lanjut tapi masih semangat mencari ilmu,” jelas Amsal.
Terkait persiapan ekspor, Amsal mengatakan bahwa binaan Disperdagind Kota Palu ada yang sudah melakukan pengiriman ke luar negeri.
“Kalau bukan ke vietnam, Coklat Rapoviaca sudah sampai Singapura, walaupun skalanya masih kecil. Ada juga yang pernah kirim ke Dubai, melalui channel keluarga,” ujarnya.
Pemilik Coklat Rapoviaca sendiri kini juga berperan sebagai mentor di INBIS, memanfaatkan keahlian yang diperoleh dari berbagai pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan pelatihan SNI untuk mendampingi pelaku usaha lain yang sedang menjajaki usahanya.
“Tahun ini, karena program kami ada pengembangan Sumber daya industri, makanya kami genjot pelatihan SDM,” pungkas Amsal.(rna)
Editor : Mugni Supardi