Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Garuda Indonesia : Harga Tiket Rute Palu Naik Rp300 hingga Rp500 Ribu

Rina Khalik • Kamis, 9 April 2026 | 18:54 WIB
General Manager Garuda Indonesia Palu, Muhammad Hafiz Arsan Haq.(RINA ABD HALIK)
General Manager Garuda Indonesia Palu, Muhammad Hafiz Arsan Haq.(RINA ABD HALIK)

RADARPALU - Kenaikan harga avtur dipastikan akan berdampak pada penyesuaian tarif tiket pesawat, termasuk melalui komponen fuel surcharge yang telah diterapkan oleh maskapai. 

General Manager Garuda Indonesia Palu, Muhammad Hafiz Arsan Haq menyebutkan bahwa kebijakan tersebut diikuti dengan penyesuaian harga tiket di sejumlah rute.

Menurutnya, untuk rute Palu terjadi kenaikan harga tiket berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp500 ribu, tergantung pada kelas layanan yang dipilih penumpang.

Baca Juga: Promo April Santika Palu, Sajikan Lemak Kakap Merah hingga Sate Buntel

“Karena sistem kelas kita ada leveling, ada kelas promo, menengah, sampai yang fleksibel. Untuk yang fleksibel saat ini kenaikannya sekitar Rp400 ribuan,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyesuaian fuel surcharge juga diiringi dengan kebijakan pemerintah terkait peniadaan komponen PPN 11 persen, yang telah diterapkan secara sistem oleh maskapai.

Meski terjadi kenaikan harga, kondisi penumpang di Palu disebut masih relatif ramai. Hal ini dipengaruhi oleh pembelian tiket yang dilakukan sebelum kenaikan tarif diberlakukan.

Baca Juga: Sampesuvu Cup IX Palu Diikuti 1.120 Pelajar

“Secara penumpang kebetulan di Palu ini masih ramai. Isiannya masih bagus karena pembelian dari periode sebelum kenaikan,” jelasnya.

Di sisi lain, Garuda Group juga melakukan penyesuaian produksi penerbangan sejak akhir Maret. Sebelumnya, Garuda Indonesia melayani rute langsung Palu–Jakarta satu kali per hari serta rute Palu–Makassar tiga kali dalam seminggu.

Sementara itu, Citilink sebelumnya juga melayani penerbangan pagi langsung ke Jakarta setiap hari. Namun setelah penyesuaian, rute langsung ke Jakarta hanya dilayani oleh Garuda, sedangkan rute Makassar dialihkan ke Citilink.

 

“Jadi secara bertahap produksinya pun terjadi pengurangan,” katanya.

Hafiz mengakui, kenaikan harga tiket tetap memunculkan keluhan dari masyarakat. Namun hingga saat ini, kondisi tersebut masih dapat diterima dan belum menunjukkan gejolak yang signifikan.

“Keluhan pasti ada karena terjadi lonjakan harga, tapi sementara masih bisa diterima. Masyarakat juga masih wait and see (tunggu dan lihat, red) untuk pembelian tiket jauh hari, dan cenderung memilih yang dekat-dekat hari,” ungkapnya.

Baca Juga: Direktur Jawa Pos Radar Palu Jalin Sinergi dengan Kepala ATR/BPN Palu

Terkait layanan, Garuda Indonesia menegaskan tetap berfokus pada nilai atau value yang diterima penumpang, bukan semata pada harga.

“Kita fokus pada on time, pelayanan dari sebelum hingga setelah penerbangan, serta memastikan keselamatan dan keamanan,” tegas Hafiz.

Ia juga menyampaikan bahwa hingga kini belum ada dampak signifikan dari kebijakan pemerintah pusat selain pada penyesuaian produksi maskapai.

Baca Juga: PNM Perpanjang Ruang Pintar di Palasa Lambori

Untuk efisiensi, pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah maupun manajemen pusat Garuda Indonesia. Namun upaya efisiensi tetap dilakukan tanpa mengurangi kualitas layanan dan aspek keselamatan.

“Efisiensi tetap dijalankan, baik untuk penumpang maupun internal, tapi tanpa menurunkan nilai produk dan keselamatan,” pungkasnya.(rna)

Editor : Mugni Supardi
#avtur naik #harga tiket pesawat Palu #kenaikan tiket Garuda Indonesia #fuel surcharge 2026 #rute Palu Jakarta