RADARPALU – Momentum mudik dan libur Lebaran 2026 mendorong lonjakan signifikan pergerakan masyarakat sekaligus memperkuat sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi nasional.
Dalam rilis resmi Kementerian Pariwisata RI, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengungkapkan total pergerakan penumpang nasional berdasarkan data Kementerian Perhubungan mencapai sekitar 147,55 juta orang. Angka tersebut meningkat 2,53 persen dibandingkan proyeksi awal.
“Sekitar 12 persen atau setara 17,27 juta orang memanfaatkan momentum Lebaran tahun ini untuk melakukan perjalanan wisata. Ini meningkat dibanding tahun lalu sebesar 6,3 persen. Namun ini masih estimasi, data riil menunggu dari BPS,” ujarnya dalam jumpa pers di Kantor Staf Presiden (KSP), Rabu (1/4/2026).
Baca Juga: TMAX Hadir Kembali, Yamaha Sasar Segmen Skutik Premium
Sejumlah destinasi wisata mencatatkan lonjakan kunjungan selama periode Lebaran. Di antaranya Malioboro Yogyakarta sebanyak 468.004 wisatawan, Ancol 343.623 wisatawan, serta Ragunan, Kota Lama Semarang, Masjid Al Jabar Bandung, Pantai Pangandaran, Monas, Masjid Agung Demak, Telaga Sarangan Magetan, hingga Taman Safari Indonesia Bogor.
Sementara itu, rata-rata pengeluaran wisatawan mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Pengeluaran per keluarga turun dari Rp4,95 juta menjadi Rp3,78 juta, sedangkan per orang dari Rp1,2 juta menjadi Rp1,15 juta.
Namun, menurut Ni Luh Puspa, penurunan tersebut tidak mencerminkan pelemahan konsumsi, melainkan perubahan pola belanja masyarakat yang lebih efisien dan terdistribusi.
Baca Juga: BPKH Catat Pelaporan e-LHKPN 2025 Capai 100 Persen Sebelum Tenggat
“Total pengeluaran sektor pariwisata justru meningkat dari Rp11,04 triliun pada 2025 menjadi Rp19,86 triliun pada 2026. Ini menunjukkan adanya pergeseran dari konsumsi berbasis rumah tangga menjadi konsumsi berbasis pengalaman,” jelasnya.
Peningkatan aktivitas ekonomi ini didorong tingginya mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik, serta tren berwisata bersama keluarga. Dampaknya terasa pada berbagai sektor seperti transportasi, kuliner, UMKM, dan akomodasi.
“Momentum Lebaran tidak hanya menjadi tradisi sosial tahunan, tetapi juga motor penggerak ekonomi nasional yang memperkuat sektor pariwisata,” tambahnya.
Kementerian Pariwisata juga mencatat peningkatan kunjungan ke 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dan 3 Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR). Pergerakan ke DPP mencapai 6,66 juta atau naik 13,74 persen, sementara DPR mencapai 6,1 juta atau meningkat 24,63 persen dibandingkan Lebaran 2025.
Peningkatan tertinggi tercatat di DPP Raja Ampat sebesar 19,9 persen dan DPR Kepulauan Riau sebesar 125,5 persen.
Dari aktivitas tersebut, estimasi total pengeluaran masyarakat ke destinasi prioritas dan regeneratif mencapai lebih dari Rp12,27 triliun atau sekitar 61,8 persen dari total pengeluaran nasional sektor pariwisata.
Baca Juga: Jasindo Hadirkan Asuransi Logistik Antar Pulau, Lindungi Distribusi Barang Nasional
“Ke depan, momentum ini akan dimanfaatkan untuk memperkuat pengembangan destinasi, meningkatkan kualitas layanan, serta mendorong pemerataan ekonomi melalui sektor pariwisata,” pungkas Ni Luh Puspa.(*)
Editor : Mugni Supardi