RADARPALU – Aktivitas jual beli di Pasar Tavanjuka mulai bergerak meski belum diresmikan. Sejumlah pedagang lama telah menempati lapak, sementara pedagang baru masih dalam proses undangan oleh pengelola.
Salah satu pedagang, Hj. Siti, mengatakan pengisian lapak masih berlangsung. Ia optimistis, pasar akan semakin ramai setelah seluruh pedagang menempati lokasi.
“Pedagang baru itu sementara diundang. Nanti kalau sudah masuk semua, pasti lebih ramai,” ujarnya saat ditemui, Jumat (3/4/2026).
Baca Juga: Museum Film di Kota Tua Disiapkan, Pemerintah Optimalkan Aset BUMN untuk Dongkrak Ekonomi
Selain itu, sejumlah fasilitas pasar juga masih dalam tahap penyelesaian, termasuk pemasangan pintu kios. Para pedagang berharap proses tersebut segera rampung agar aktivitas perdagangan dapat berjalan lebih lancar.
Rencana peresmian pasar yang semula dijadwalkan pada 1 April pun ditunda. Pengelola memilih menunggu hingga seluruh pedagang menempati lapak agar suasana pasar lebih hidup saat diresmikan.
“Memang rencananya diresmikan, tapi ditunggu dulu semua pedagang masuk supaya lebih ramai,” jelasnya.
Baca Juga: Revolusi Kerja ASN Parimo: WFA-WFH Resmi Jalan, Kinerja Jadi Tolok Ukur
Meski pembeli belum ramai, pedagang mengaku kondisi pasar kini jauh lebih nyaman dibanding sebelumnya. Hal itu menjadi modal optimisme untuk meningkatkan jumlah pengunjung ke depan.
“Kalau tempatnya sekarang sudah nyaman. Alhamdulillah. Pembeli lagi yang masih kurang ramai,” ungkapnya.
Sebagai pedagang yang telah berjualan sejak pasar dibuka sekitar 15 tahun lalu, Hj. Siti menilai penataan pasar saat ini sebagai langkah positif. Ia berharap ke depan aktivitas pasar semakin ramai, apalagi jika didukung kegiatan dari pemerintah.
“Harapannya nanti bisa semakin ramai, apalagi kalau pedagang baru sudah masuk semua. Katanya juga akan ada kegiatan dari pemerintah supaya pengunjung datang,” katanya.
Senada dengan itu, pedagang lainnya, Tuti, turut menyampaikan apresiasinya terhadap revitalisasi pasar. Menurutnya, penataan yang dilakukan sudah cukup baik, meski aktivitas pembeli masih belum ramai.
Ia yang mulai berdagang sejak Senin (30/3/2026) juga berharap proses penyelesaian fasilitas pasar dapat segera dituntaskan.
Baca Juga: Rehabilitasi Sekolah di NTB, Langkah Jasa Raharja Dukung Ekonomi Jangka Panjang
“Alhamdulillah penataannya bagus. Tinggal pembeli yang belum ramai, dan kami berharap fasilitas seperti pintu kios segera diselesaikan,” ujarnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi