Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Museum Film di Kota Tua Disiapkan, Pemerintah Optimalkan Aset BUMN untuk Dongkrak Ekonomi

Rina Khalik • Jumat, 3 April 2026 | 17:12 WIB
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menginisiasi rencana kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan, Danantara, dan PT Jasa Raharja untuk menghadirkan museum di kawasan Kota Tua Jakarta.(JASA RAHARJA)
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menginisiasi rencana kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan, Danantara, dan PT Jasa Raharja untuk menghadirkan museum di kawasan Kota Tua Jakarta.(JASA RAHARJA)

 

RADARPALU – Pemerintah mendorong optimalisasi aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk meningkatkan nilai ekonomi kawasan wisata bersejarah.

Melalui kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan, Danantara Asset Management, dan PT Jasa Raharja, sebuah gedung bersejarah di kawasan Kota Tua Jakarta direncanakan dikembangkan menjadi museum film dan fotografi.

Langkah ini tidak hanya berfokus pada pelestarian budaya, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat daya tarik wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Baca Juga: Revolusi Kerja ASN Parimo: WFA-WFH Resmi Jalan, Kinerja Jadi Tolok Ukur

Pemanfaatan aset bersejarah secara produktif dinilai mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM, serta menciptakan lapangan kerja baru di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menyatakan bahwa pengembangan museum tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem budaya yang berkelanjutan sekaligus bernilai ekonomi.

Dalam peninjauan itu, Fadli Zon menilai gedung milik Jasa Raharja memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai museum yang menjadi bagian dari ekosistem budaya di Kota Tua Jakarta, sekaligus mendukung penguatan destinasi wisata berbasis sejarah.

Baca Juga: Bupati Delis Desak PTPN I Kembalikan 1.100 Hektare Lahan Rakyat Tanpa Ganti Rugi

“Kita belum memiliki museum film maupun museum fotografi yang representatif. Padahal kita memiliki banyak aset dan kekayaan sejarah di bidang tersebut, namun belum memiliki ruang yang memadai untuk memamerkannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, melalui kolaborasi lintas pihak, aset-aset bersejarah milik BUMN yang dikelola Danantara dapat dioptimalkan menjadi ruang publik yang produktif dan edukatif.

“Gedung ini sangat menarik dan berada di lokasi yang strategis. Kita harapkan melalui kerja sama antara Kementerian Kebudayaan, Danantara, dan Jasa Raharja, tempat ini bisa dikembangkan menjadi museum fotografi dan museum film, sebagai bagian dari ekosistem budaya di Kota Tua,” jelasnya.

 

Menurutnya, museum tersebut nantinya dapat menghadirkan narasi perjalanan perfilman dan fotografi Indonesia dari masa ke masa, termasuk menampilkan karya, dokumentasi visual, serta peralatan yang digunakan dalam proses produksi.

“Masyarakat bisa melihat perkembangan film Indonesia dari awal hingga era modern, termasuk perkembangan fotografi dari masa ke masa,” tambahnya.

Kunjungan kerja itu disambut Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin yang turut mendampingi peninjauan area gedung.

Baca Juga: Dua Tahun Laporan Penjualan Tanah Desa Tamainusi Mandek Polres Morut, Akan Dilaporkan ke Polda Sulteng

Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Giring Ganesha Djumaryo, Senior Director Chief Marketing Officer Danantara Asset Management Dendi T. Danianto, SVP Business Performance & Assets Optimization Cluster Insurance & Pension Danantara Asset Management Hendrika Nora Osloi, serta Direktur SDM dan Umum Jasa Raharja Rubi Handojo.

Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menyampaikan dukungan terhadap rencana kolaborasi tersebut sebagai bagian dari optimalisasi pemanfaatan aset perusahaan yang memiliki nilai historis tinggi.

“Bangunan ini tidak hanya menjadi aset perusahaan, tetapi juga merupakan bagian dari warisan sejarah yang perlu dijaga dan dimanfaatkan secara produktif. Kami menyambut baik rencana kolaborasi ini sebagai upaya menghadirkan ruang budaya yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Lindungi Konsumen, Kemenkum Gencarkan Pengawasan Produk Palsu di Palu

Dalam kesempatan yang sama, Direktur SDM dan Umum Jasa Raharja Rubi Handojo turut menjelaskan sejarah gedung serta kawasan di sekitarnya sebagai pusat aktivitas perdagangan dan pemerintahan pada masa lalu yang kini berkembang menjadi kawasan wisata budaya.

Melalui rencana kolaborasi tersebut, diharapkan pemanfaatan aset bersejarah tidak hanya berorientasi pada pelestarian, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah sebagai destinasi edukasi, budaya, dan pariwisata yang terintegrasi di kawasan Kota Tua Jakarta.(*/rna)

Editor : Mugni Supardi
#aset BUMN #museum film Kota Tua #ekonomi wisata jakarta #Kota Tua Jakarta wisata #optimalisasi aset bumn