RADAR PALU - Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sulawesi Tengah pada Februari 2026 tercatat 47,82 persen, di tengah penurunan jumlah wisatawan.
Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah merilis, TPK hotel Sulteng pada Februari 2026 berada di angka 47,82 persen.
Angka ini mencerminkan tingkat hunian hotel berbintang yang relatif stabil meski sektor pariwisata mengalami tekanan.
Baca Juga: OJK, BEI, dan KSEI Tuntaskan Empat Agenda Reformasi Transparansi Pasar Modal
Selain itu, jumlah tamu yang menginap tercatat sebanyak 22.691 orang dengan rata-rata lama tinggal 1,62 hari.
Di sisi lain, pergerakan wisatawan domestik menunjukkan tren penurunan. Perjalanan wisatawan nusantara dari dalam daerah turun sebesar 18,46 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Tak hanya itu, perjalanan menuju Sulawesi Tengah juga ikut melemah dengan penurunan sebesar 15,55 persen.
Baca Juga: Aset BUMN Dioptimalkan, Hunian Warga Bantaran Rel Segera Disiapkan
Kondisi ini menjadi indikator perlambatan aktivitas wisata domestik di wilayah tersebut.
Penurunan jumlah wisatawan ini berbanding terbalik dengan kondisi TPK hotel Sulteng yang masih bertahan.
Artinya, meski okupansi hotel belum tergerus signifikan, minat perjalanan wisata sedang mengalami penurunan.
Hal ini bisa berdampak pada sektor pendukung pariwisata lainnya jika tren berlanjut.
Ke depan, pemulihan sektor pariwisata di Sulawesi Tengah diharapkan dapat meningkat.
Upaya seperti promosi destinasi dan penyelenggaraan event daerah dinilai menjadi kunci untuk mendorong kembali pergerakan wisatawan.
Dengan strategi tersebut, TPK hotel Sulteng diharapkan bisa terus terjaga bahkan meningkat pada bulan-bulan berikutnya.***
Editor : Muhammad Awaludin