RADARPALU – Peningkatan aktivitas masyarakat selama pelaksanaan berbagai event di Kota Palu turut mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, terutama cabai merah.
Kepala Bidang Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi Sulawesi Tengah, Abdulrahman, menyebut lonjakan harga cabai tidak hanya dipengaruhi faktor cuaca, tetapi juga meningkatnya kebutuhan selama kegiatan festival yang berlangsung di Kota Palu.
Harga cabai merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp60 ribu per kilogram, naik menjadi Rp80 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga: Cuaca Tak Menentu, Harga Cabai, Bawang Merah, dan Ikan di Sulteng Naik
Menurutnya, tingginya permintaan saat event berlangsung menjadi salah satu pemicu utama kenaikan harga di pasaran.
Selain cabai, komoditas lain seperti ikan juga mengalami kenaikan harga, seiring meningkatnya konsumsi masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Meski terjadi kenaikan pada beberapa komoditas, Dinas Perindag memastikan stok bahan pokok lainnya seperti beras dan minyak goreng masih dalam kondisi aman dan mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.
Baca Juga: Dukung UMKM dan Ekonomi Lokal, PSMTI Sulteng Bagikan Ribuan Konsumsi di Haul Guru Tua
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Perindag telah menyiapkan program pasar murah yang akan dilaksanakan di setiap kabupaten sepanjang tahun.
Selain itu, pengawasan distribusi juga terus diperketat untuk mencegah adanya penimbunan barang.
“Kami juga rutin turun ke pasar dan memantau harga melalui aplikasi. Koordinasi dengan dinas terkait terus dilakukan agar distribusi tetap lancar dan tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi,” tandasnya. (rna)
Editor : Mugni Supardi