RADARPALU - Sejumlah komoditas pangan di Sulawesi Tengah mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir.
Kenaikan ini dipicu oleh faktor cuaca yang tidak menentu serta terganggunya pasokan di tingkat distribusi.
Kepala Bidang Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi Sulawesi Tengah, Abdul Rahman, mengungkapkan harga cabai merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp60 ribu per kilogram, sempat naik menjadi Rp80 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram sejak Jumat lalu. Bahkan, pada hari terakhir dilaporkan kembali mengalami kenaikan.
Baca Juga: Dukung UMKM dan Ekonomi Lokal, PSMTI Sulteng Bagikan Ribuan Konsumsi di Haul Guru Tua
“Cabai merah ini dipengaruhi cuaca yang tidak menentu. Tiba-tiba panas lalu hujan, sehingga cepat rusak,” ujar Abdul Rahman kepada Radar Palu saat ditemui, Selasa (31/3/2026).
Selain cabai, harga bawang merah juga mengalami kenaikan signifikan. Untuk bawang merah yang sudah bersih dan siap diolah, harga yang sebelumnya sekitar Rp30 ribu per kilogram, kini mencapai Rp50 ribu per kilogram.
Kenaikan ini disebabkan pasokan yang masih menunggu kiriman dari Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.
Baca Juga: Retorika Musrenbang: Antara Angka di Atas Kertas dan Fakta di Atas Tanah
Sementara itu, harga ikan juga mengalami kenaikan dari sebelumnya sekitar Rp40 ribu per kilogram menjadi Rp60 ribu hingga Rp65 ribu per kilogram. Kondisi ini dipengaruhi cuaca yang berdampak langsung pada aktivitas nelayan.
“Cuaca yang tidak kondusif membuat nelayan kesulitan melaut. Selain itu, ada juga pengaruh dari ketersediaan dan harga BBM, khususnya solar,” katanya.
Meski demikian, untuk komoditas lain seperti beras dan minyak goreng, hingga saat ini masih terpantau aman. Stok beras disebut masih mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.
Pihak Dinas Perindag menilai kenaikan harga masih dalam batas wajar karena dipengaruhi faktor alam yang tidak dapat dikendalikan.
“Kalau faktor cuaca memang tidak bisa kita tentukan. Harapannya kalau cuaca kembali normal, harga juga bisa turun,” ujarnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi