RADARPALU – Transformasi digital mulai diterapkan di Pasar Tavanjuka, Kota Palu, melalui penggunaan sistem transaksi non-tunai. Bank Tabungan Negara (BTN) menyiapkan fasilitas pembayaran berbasis QRIS bagi para pedagang di pasar tersebut.
Branch Manager BTN Kota Palu, Sigit Sulistyo, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya telah memproses sekitar 60 akun QRIS dari total lebih dari 200 pedagang yang akan difasilitasi.
“Prosesnya masih berjalan sambil kami mengumpulkan data pedagang. Setelah rekening selesai dibuat, QRIS langsung kami terbitkan,” ujar Sigit, Senin (30/3/2026).
Ia menjelaskan, proses pembuatan rekening tergolong cepat selama data yang dibutuhkan telah lengkap.
“Begitu data diserahkan, langsung kami proses. Tidak membutuhkan waktu lama,” tambahnya.
Dalam implementasinya, BTN juga berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Palu sebagai pengelola Pasar Tavanjuka. Data pedagang yang telah dihimpun oleh dinas akan menjadi dasar dalam penerbitan rekening dan QRIS.
“Kami berkoordinasi dengan dinas perdagangan. Data pedagang yang lengkap akan kami tindak lanjuti untuk pembuatan rekening dan QRIS,” jelasnya.
Selain itu, BTN juga tengah menyiapkan fasilitas penunjang berupa mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di kawasan pasar. Saat ini, pembangunan lokasi ATM masih berlangsung dan direncanakan akan tersedia satu unit untuk mendukung kebutuhan transaksi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Palu, Irmawati, menyampaikan bahwa aktivitas di Pasar Tavanjuka mulai berjalan meskipun belum sepenuhnya optimal.
“Sebagian pedagang sudah berjualan, sementara lainnya masih dalam tahap penyiapan tenant. Aktivitas jual beli sudah mulai berlangsung,” ujarnya.
Ia menambahkan, sesuai target, pasar tersebut mulai beroperasi secara bertahap sekitar satu minggu setelah Lebaran.
“Memang belum sepenuhnya, karena masih proses. Jumlah pedagang di sana sekitar 200-an,” jelasnya.
Irmawati juga mengimbau para pedagang untuk menjaga kebersihan serta menyesuaikan diri dengan konsep pasar modern yang mengedepankan digitalisasi transaksi.
“Karena Pasar Tavanjuka adalah pasar modern, maka sistem jual beli harus mengarah ke digitalisasi, dan kebersihan juga harus tetap dijaga,” pungkasnya. (rna)
Editor : Mugni Supardi