Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Emas, Ikan, dan Cabai Picu Inflasi, Tolitoli Tertinggi di Sulteng

Mugni Supardi • Selasa, 17 Maret 2026 | 14:01 WIB

HARGA EMAS MULAI TURUN : Jewellery Representative di The Palace Palu, Grace saat ingin merapikan etalase pada Sabtu (25/10/2025)
HARGA EMAS MULAI TURUN : Jewellery Representative di The Palace Palu, Grace saat ingin merapikan etalase pada Sabtu (25/10/2025)

RADAR PALU – Sejumlah komoditas menjadi penyumbang utama inflasi di Sulawesi Tengah pada Februari 2026.

Berdasarkan informasi dari Instagram Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tengah @bank_indonesia_sulawesitengah emas perhiasan mencatat andil tertinggi terhadap inflasi bulanan sebesar 0,18 persen.

Selain itu, ikan cakalang menyumbang 0,13 persen, cabai rawit 0,09 persen, ikan lajang 0,08 persen, serta tomat 0,07 persen. Komoditas pangan dan kebutuhan harian masih menjadi faktor dominan dalam pergerakan harga.

Di sisi lain, beberapa komoditas mengalami deflasi, seperti bawang merah dan bensin masing-masing minus 0,03 persen, serta sejumlah komoditas lain dengan penurunan tipis.

Jika dilihat per wilayah, Kabupaten Tolitoli mencatat inflasi tertinggi dengan angka 7,60 persen secara tahunan (yoy) dan 1,59 persen secara bulanan (mtm).

Disusul Luwuk dengan inflasi 6,35 persen (yoy), serta Kota Palu sebesar 5,22 persen (yoy). Sementara Morowali menjadi wilayah dengan inflasi terendah.

Selain itu, berbagai upaya pengendalian juga terus dilakukan, termasuk penguatan distribusi pangan, kerja sama antar daerah, serta pemanfaatan aplikasi “Palu Pangan” untuk memberikan informasi harga kepada masyarakat.(*)

Editor : Mugni Supardi
#inflasi Tolitoli #data inflasi kabupaten Sulteng #kenaikan harga pangan Sulteng #inflasi daerah Sulawesi Tengah #harga cabai dan ikan Sulteng