Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Inflasi Sulteng Tembus 5,33 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Mugni Supardi • Selasa, 17 Maret 2026 | 13:52 WIB

TPID juga mendukung pelaksanaan pasar murah atau Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai daerah untuk menjaga stabilitas harga.
TPID juga mendukung pelaksanaan pasar murah atau Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai daerah untuk menjaga stabilitas harga.

RADAR PALU – Inflasi di Provinsi Sulawesi Tengah pada Februari 2026 tercatat lebih tinggi dibandingkan angka nasional.

Dilansir dari Instagram Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tengah @bank_indonesia_sulawesitengah menunjukkan inflasi tahunan (year on year/yoy) Sulteng mencapai 5,33 persen, melampaui inflasi nasional sebesar 4,76 persen.

Secara bulanan (month to month/mtm), inflasi Sulteng tercatat sebesar 0,80 persen, lebih tinggi dibandingkan nasional yang berada di angka 0,68 persen.

Sementara secara tahun kalender (year to date/ytd), inflasi Sulteng mencapai 0,81 persen, juga di atas nasional sebesar 0,53 persen.

Dengan demikian, Sulawesi Tengah mengalami tekanan inflasi yang lebih tinggi pada seluruh indikator dibandingkan rata-rata nasional.

Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan harga yang cukup kuat di daerah, terutama menjelang periode Ramadan dan Idulfitri yang biasanya diikuti peningkatan permintaan masyarakat.

Untuk menjaga stabilitas harga, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Tengah terus melakukan berbagai langkah strategis.

Di antaranya pelaksanaan sidak pasar rutin untuk memantau harga dan ketersediaan pangan strategis, serta optimalisasi penyaluran beras melalui program SPKP Bulog di pasar tradisional dan Rumah Pangan Kita.

Selain itu, TPID juga mendukung pelaksanaan pasar murah atau Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah daerah seperti Kota Palu, Tolitoli, Donggala, dan Poso selama Ramadan.

Upaya lain dilakukan melalui penguatan distribusi pangan, termasuk penjajakan kerja sama dengan daerah produsen hortikultura seperti Kabupaten Poso untuk menjaga pasokan cabai.

TPID bersama Bank Indonesia juga mengembangkan inovasi digital melalui fitur “Palu Pangan” dalam aplikasi Sangu Palu, yang menyediakan informasi harga dan kanal pengaduan masyarakat.

Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu mengendalikan laju inflasi serta menjaga daya beli masyarakat.(*)

Editor : Mugni Supardi
#inflasi nasional vs daerah #ekonomi Sulawesi Tengah 2026 #inflasi yoy Sulteng #kenaikan inflasi daerah #data inflasi BI Sulteng