RADAR PALU - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 9, pihak perbankan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik, khususnya dalam memenuhi kebutuhan transaksi keuangan.
Area Head BRI Sulawesi Tengah, Asep Suhendra mengatakan pihaknya fokus memastikan ketersediaan uang tunai serta kelancaran layanan transaksi digital bagi masyarakat.
Menurutnya, menjelang Lebaran aktivitas transaksi perbankan biasanya meningkat. Oleh karena itu, BRI melakukan pemantauan terhadap seluruh layanan, termasuk memastikan mesin ATM berfungsi dengan baik dan memiliki ketersediaan uang tunai yang cukup.
“Fungsi kami sebagai lembaga perbankan utamanya memastikan masyarakat bisa terfasilitasi dengan keberadaan kami. Menjelang Lebaran ini masyarakat banyak melakukan transaksi, baik terkait ketersediaan uang tunai maupun transaksi non tunai,” ujar Asep Suhendra di Podcast Radar Palu, Kamis (12/3/2026).
Selain itu, tugas dari pihak perbankan ialah dengan melihat dan memantau kebutuhan uang tunai masyarakat terpenuhi dengan cara memantau outlet ATM BRI berfungsi dengan baik.
“Di kantor juga kami menyediakan jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat apabila ada pengambilan besar. Kami juga memastikan alat tranksaksi kami seperti QRIS, Brizzi, Brimo itu berfungsi dengan baik,” jelasnya.
Terkait pelayanan selama masa libur Lebaran, Asep menyebutkan bahwa kantor bank akan mengikuti jadwal libur nasional dan cuti bersama.
BRI dijadwalkan libur mulai tanggal 18 hingga 24 maret 2026, dan kembali beroperasi normal pada tanggal 25 Maret 2026
Meski demikian, selama masa libur tersebut tetap akan tersedia layanan terbatas bagi masyarakat. Layanan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan transaksi yang masih harus berjalan selama periode libur.
“Jadi meskipun hari libur kami tetap bisa melayani masyarakat dengan baik. Kalau masyarakat itu membutuhkan layanan, itu tetap bisa datang di kami. Nanti akan ada jadwal dari kantor pusat, kami akan membuka layanan apa saja dan kapan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, beberapa layanan yang biasanya tetap disediakan antara lain layanan untuk kebutuhan BBM serta penyimpanan dana bagi pengusaha atau pelaku usaha yang memiliki transaksi tinggi menjelang Lebaran.
Selain itu, BRI juga terus mendorong masyarakat memanfaatkan layanan transaksi digital.
Menurut Asep, penggunaan transaksi digital memberikan kemudahan bagi masyarakat maupun pelaku usaha karena transaksi dapat dipantau secara langsung dan tidak perlu menyediakan uang kembalian.
“Dengan transaksi digital, pemilik usaha bisa langsung melihat notifikasi transaksi. Selain itu juga mengurangi risiko memegang uang tunai dalam jumlah besar,” ujarnya.
Asep juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam melakukan transaksi digital.
Ia mengingatkan agar nasabah tidak memberikan PIN atau data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal. Serta tidak mengklik link yang apabila di kirim oleh nomor tidak dikenal karena dapat berisiko terjadi pencurian data.
“Pihak bank tidak pernah meminta nomor PIN kepada nasabah. Kalau ada telepon atau pesan yang meminta data tersebut, sebaiknya diabaikan,” tegasnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi