Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Rupiah Tembus Rp17.000 dan IHSG Turun Tajam, Pemerintah Bantah Indonesia Menuju Krisis

Muhammad Awaludin • Rabu, 11 Maret 2026 | 07:00 WIB

Menteri keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

RADAR PALU – Pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.000 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan awal pekan memicu kekhawatiran di pasar keuangan.

Tekanan di pasar valuta asing tersebut bahkan sempat berdampak pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun hampir 5 persen pada awal sesi perdagangan. 

 

 

 

Meski demikian, pemerintah menegaskan kondisi tersebut belum mencerminkan pelemahan fundamental ekonomi nasional. 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia hingga saat ini masih berada dalam fase ekspansi dan pertumbuhan.

Menurutnya, gejolak yang terjadi di pasar keuangan lebih banyak dipicu oleh sentimen dan pandangan sejumlah ekonom yang menilai Indonesia berpotensi menghadapi kondisi serupa krisis 1998.

Namun Purbaya menilai pandangan tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi Indonesia saat ini.

“Fundamental ekonomi kita masih cukup kuat dan perekonomian masih berada dalam fase pertumbuhan,” ujarnya. 

Ia menjelaskan pemerintah akan terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dalam beberapa pekan ke depan agar stabilitas pasar tetap terjaga.

Selain itu, pemerintah juga memastikan tidak ada rencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) meskipun harga minyak dunia sedang mengalami kenaikan.

Hingga saat ini, pemerintah belum mengambil kebijakan untuk mengubah skema subsidi maupun menyesuaikan harga BBM di dalam negeri.

Purbaya juga menegaskan bahwa stok minyak nasional masih dalam kondisi aman. 

Cadangan minyak saat ini berada di kisaran 20 hari, lebih tinggi dibanding kebutuhan normal yang biasanya sekitar 15 hari.

Menurutnya, jumlah tersebut merupakan stok operasional yang wajar dan tidak menunjukkan kondisi darurat dalam pasokan energi nasional.

Pemerintah pun memastikan akan terus memantau perkembangan pasar global serta menjaga stabilitas ekonomi domestik agar tidak terdampak gejolak eksternal.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Rupiah tembus 17000 #ekonomi indonesia #harga bbm #Radar Palu #krisis ekonomi indonesia #Menkeu Purbaya #rupiah terhadap dolar #ihsg turun