Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Jelang Lebaran, Gudang Bulog Sulteng Diprediksi Terisi 25 Ribu Ton Beras

Rina Khalik • Senin, 9 Maret 2026 | 21:33 WIB

Pemimpin Wilayah (Pimwil) Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah, Jusri.
Pemimpin Wilayah (Pimwil) Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah, Jusri.

RADAR PALU – Pemimpin Wilayah (Pimwil) Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah, Jusri, menyebutkan stok beras di wilayah Sulawesi Tengah saat ini masih cukup besar dan diperkirakan terus bertambah hingga akhir bulan.

Ia mengatakan, saat ini stok beras yang tersedia sekitar 21 ribu ton. Selain itu, pada bulan ini juga diperkirakan akan ada tambahan pasokan beras dari Sulawesi Selatan sekitar 3 ribu ton.

“Kitapun juga sekarang ini sudah mulai penyerapan. Di daerah morowali sudah ada yang masuk, penyerapan gabah ya. Terus sebagian pantai timur juga sudah ada yang masuk,” ujar Jusri kepada media saat ditemui pada Senin (9/3/2026).

Dengan kondisi tersebut, pihaknya memperkirakan dalam waktu dekat akan semakin banyak beras yang masuk ke gudang Bulog, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Berarti minggu ini atau minggu sebelum Lebaran nanti sudah banyak yang masuk. Itu belum termasuk pengadaan dari Sulsel,” ujarnya.

Ia memperkirakan stok beras pada akhir bulan dapat mencapai sekitar 25 ribu ton. Meski demikian, Bulog juga saat ini tengah menunggu ketersediaan komoditas minyak untuk penyaluran bantuan pangan.

“Kami masih menunggu komoditi minyaknya. Kalau ini sudah ada, kita sudah bisa jalan juga,” jelasnya.

Ia mengatakan, jumlah bantuan pangan pada periode Februari–Maret tahun ini meningkat dibanding sebelumnya. “Ini lebih besar. Jumlahnya naik sekitar 50 persen lebih,” katanya.

Terkait ketersediaan beras, Jusri memastikan stok yang ada saat ini masih cukup untuk beberapa bulan ke depan. “Kalau untuk beras saya yakin ini 6, 7, 8 bulan ke depan, bahkan sampai akhir tahun, itu untuk beras tidak ada masalah,” ujarnya.

Ia juga menegaskan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) masih terus berjalan sehingga masyarakat tetap memiliki pilihan apabila terjadi kenaikan harga di pasar.

“Dan itu masyarakat tidak usah panik karena masih ada SPHP, kalaupun naik ya. Kalaupun ada kenaikan harga nantinya tetap SPHP kita gelontorkan di lapangan sehingga masyarakat masih ada pilihan, mau beras yang dari Bulog atau beras di luar Bulog,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani dalam keterangannya pada Senin (09/03) di Jakarta menyampaikan per hari ini, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikuasai Perum BULOG mencapai 3,74 juta ton.

Jumlah tersebut diproyeksikan akan terus meningkat seiring dengan kegiatan penyerapan gabah dan beras dalam negeri yang tengah berlangsung di semua daerah.

“Stok beras yang dikuasai BULOG saat ini berada pada level yang sangat kuat, yakni sekitar 3,74 juta ton. Dengan adanya panen di berbagai daerah serta upaya penyerapan yang terus kami lakukan, kami memproyeksikan stok tersebut akan meningkat dan pada akhir Maret dapat mencapai kisaran 4,5 hingga 5 juta ton,” ujarnya.

Selain ketersediaan beras, BULOG juga memastikan pasokan minyak goreng tetap terjaga. Hal ini didukung oleh kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dari Kementerian Perdagangan yang menetapkan alokasi bagi BULOG sekitar 46 juta liter Minyakita setiap bulan.

Dengan kondisi tersebut, BULOG memastikan bahwa ketersediaan beras dan minyak goreng untuk masyarakat dalam kondisi aman dan terjamin hingga akhir tahun.

“Dengan stok beras yang kuat serta dukungan pasokan minyak goreng melalui kebijakan DMO, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan. Kami memastikan pasokan tetap tersedia dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tambah Ahmad Rizal Ramdhani.

Selain dua komoditas utama tersebut, ketersediaan bahan pokok lainnya juga terpantau mencukupi. Berdasarkan pemantauan di lapangan, harga berbagai komoditas sembako relatif stabil dan terkendali di pasaran.

Sehubungan dengan itu, masyarakat diimbau untuk tetap berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

“Tidak perlu ada kepanikan di masyarakat. Stok pangan nasional dalam kondisi aman dan pemerintah terus memastikan ketersediaannya. Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan berbelanja secara wajar,” tandasnya. (rna)

Editor : Mugni Supardi
#Bulog Sulteng #stok beras Bulog Sulawesi Tengah #cadangan beras pemerintah #pasokan beras Sulteng #Bantuan pangan Bulog #stok beras aman hingga akhir tahun #harga beras sulteng #penyerapan gabah Bulog #Stok beras Sulteng #SPHP Bulog