RADAR PALU – Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka menekan inflasi, stabilisasi pasokan dan harga pangan dalam rangka Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri 1447 H.
Kepala Dinas Pangan Sulteng, Rohani Mastura melalui Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Nuriah Fatimah, mengatakan bahwa program ini bertujuan untuk membantu masyarakat, khususnya yang berpenghasilan rendah, agar tetap dapat mengakses bahan pangan dengan harga yang terjangkau.
“Gerakan Pangan Murah ini adalah program dari Badan Pangan Nasional yang melalui Dinas Pangan. Tujuannya untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan serta mengendalikan inflasi di daerah khususnya menjelang HBKN seperti ini, ” ujar Nuriah Fatimah saat ditemui pada Rabu (4/3/3036).
Ia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut terdapat komoditas pangan yang disubsidi oleh Dinas Pangan. Untuk fasilitas sarana dan prasarana difasilitasi oleh Badan Pangan Nasional, sementara subsidi didukung oleh pemerintah daerah.
Nuriah juga menyebutkan, pihaknya mendapat bantuan dari Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah yang digunakan untuk menambah subsidi beberapa komoditas, sehingga harga yang dijual lebih murah dan diminati masyarakat.
“Makanya ada beberapa komoditi harganya memang murah. Ibu-ibu khususnya banyak yang minat untuk belanja di sini,” katanya.
Antusiasme masyarakat cukup tinggi. Komoditas bersubsidi menurutnya, biasanya habis dalam waktu 30 menit hingga paling lama satu jam.
“Dan mereka sampai antre ya, kemudian kita beri jatah untuk satu orang itu belanja 5 Kg beras kemudian 1 Kg gula pasir dan 2 liter minyak. Untuk beras itu premium ya, semua premium,” jelasnya.
Untuk harga, beras premium dijual Rp65 ribu per 5 kilogram. Minyak goreng kemasan 2 liter dijual Rp35 ribu, Gula pasir dijual Rp12 ribu per kilogram. Sementara telur medium dijual Rp48 ribu per rak.
“Jadi memang ini program pemerintah untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan, membantu masyarakat untuk menjangkau beberapa komoditi harga pangan yang pada saat HBKN sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Terkait ketersediaan stok, Nuriah menyampaikan bahwa untuk satu titik pelaksanaan disiapkan sekitar 4 ton beras, kurang lebih 1 ton gula pasir, sekitar 1 ton minyak goreng, serta sekitar 1 ton terigu. Untuk telur, disediakan sekitar 200 rak yang juga habis terjual.
“Minat masyarakat itu juga di tiga itu, komoditi minyak goreng, gula pasir dan beras,” ungkapnya.
Pelaksanaan GPM kali ini merupakan yang kedua dalam rangka HBKN Ramadan dan Idulfitri. Kegiatan dilaksanakan di empat titik, mencakup wilayah Palu Utara, Palu Selatan, dan Palu Barat. Setiap titik mendapatkan alokasi 4 ton beras.
Nuriah menegaskan, tidak ada syarat khusus bagi masyarakat yang ingin berbelanja dalam kegiatan tersebut. Program ini terbuka untuk umum, dengan pembatasan jumlah pembelian per orang.
“Untuk GPM itu kita tidak syaratkan. Jadi ini berlaku untuk umum tapi hanya kita batasi belanjanya. Kita prioritaskan yang sudah duluan antre,” tandasnya.
Sementara itu, Anti yang merupakan masyarakat merasa terbantu dengan adanya program gerakan pangan murah yang dilaksanakan oleh Dinas Pangan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah.
“Alhamdulillah bagus, terbantu juga apalagi untuk masyarakat yang ekonominya yang lemah apalagi sekarang keuangan lagi sempit,” ujarnya. (rna)
Editor : Mugni Supardi